Oleh M Yudhie Haryono

Aku menemukannya di penjara. Tepatnya tahun 1995. Di kota Salatiga. Sebelum menemukannya secara nyata, aku sdh mendengar sepakterjangnya. Dialah musuh utama Ordeba. Geraknya dipersempit luasnya. Geriknya dicurigai posternya. Tetapi, semua pembrontakkan di jantung pulau Jawa selalu dikaitkan dengannya.

Inilah kisah legenda yg mengguncangku. Saat itu ia tersenyum. Tak tersirat sedih dan sesal. Ia adalah perawan tangguh. Ia bak Diponegoro betina. Ia replika Sudirman muda. Ia mengkreasikan warisan (legacy) harum semerbak kasturi bkn caci-maki krn korupsi. Ella, yg aslinya seperti Lady Diana membebaskan kita dari pikiran dan tradisi kejahiliyahan. Tentu sambil membebaskan kita dari tindakan dan kekuasaan anti kemanusiaan firaun Soeharto yg gigantik bak tembok China. Ia menghajar KO si Soeharto: peletak dasar militeristik dan KKN di republik.

Ia bak Ali Syariati yg menulis proklamasi, "Aku berontak maka aku ada." Ia punya tiga modal revolusi: kecerdasan, kecantikan jasmani-rukhani dan keberanian. Kecintaanya pada sastra juga luarbiyasa. Mau bukti? Saat pertama kali ketemu saja, dia memberi puisi yg sulit kulupa: "hidup adalah sembunyi. Jika kau miskin, kau hrs tahu bgmn menyembunyikan papa. Jika kau kaya, kau hrs tahu bgmn menyembunyikan harta. Jelek atau cantik, kau hrs tahu bgmn menyembunyikan rupa" (M Aan Mansyur: 129/2012).

15 tahun kemudian aku mencarinya. Di tiap jengkal tanah para pahlawan. Akan kuajak ia berontak kembali. Sambil mewakafkan semua demi cinta kami pada nusantara. Ehhhh kutemukan kembali ia di penjara. Tetapi beda. Jika dulu ia dipenjara Indonesia yg luas, kini ia dipenjara keluarga yg sempit; takdir yg kampret; siksa yg kutukupret.

Maka, saat ketemu, aku diajaknya berdoa. Bukan berontak dan bercinta. Surat cintanya lucu sekali. Yudhieku, katanya sambil berkaca-kaca, "semoga Allah selalu membimbing kita agar berhati bersih, berfikir jernih, berkata baik, bernalar jenius dan berperilaku positif sehingga berguna bagi semesta. Amin."

So I'm gonna love you/Like I'm gonna lose you/
I'm gonna hold you/Like I'm saying goodbye/Wherever we're standing/I won't take you for granted 'cause we'll never know when/When we'll run out of time so I'm gonna love you/Like I'm gonna lose you/I'm gonna love you like I'm gonna lose you.

Sialan. Betapa kejam kehidupan. Di umur sisa bkn pembrontakan yg kudapatkan. Hal yg dulu membuatku bergairah menatap kehidupan. Tapi cuma doa. Apa dia lupa, doa sdh mubadzir. Over produksi muntahan para biku dan kyai. Ella. Ellaku malang. Pada akhirnya hidupmu dipenjara doa dan agama. Bkn penghangusan penjara besar seperti ikrarmu ketika mencium bibirku krn syukur meruntuhkan Ordeba.(*)

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: