Awalia Setyaningrum
Hijab, tidak hanya menjadi identitas agama dan penutup rambut, akan tetapi di era modern seperti ini, berhijap sudah menjaga gaya hidup bagi sebagian kaum hawa, terutama di dunia entertain. Hal itulah yang kini digeluti Awalia Setyaningrum, perempuan asal Winong, Pati yang kini berdomisili di Kota Semarang.

Putri dari pasangan Sutarman dan Neni Sugiati yang kini bekerja sebagai asisten bidan Wahyu Dwi Windarti, Amd.Keb di Mijen, Semarang ini mengaku lebih suka mengenakan hijab daripada melepasnya.


Dari sejumlah even dan perlombaan,  lulusan Akademi Kebidanan Ngudi waluyo Ungaran Semarang ini mengaku pernah mendapatkan kejuaraan. “Aku pernah ikut Lomba Model Muslimah 2016. “Di sana saya mendapat Juara III The Best Performance,” beber Awalia Setyaningrum kepada Koranpati.com, Rabu (19/10/2016).

Model Hijab
“Saya ingin menjadi model hijab yang dapat mensuport perempuan perempuan muslim diluar sana, bahwa sexy dan cantik bukan terbuka. Tapi dengan pakaian muslimahpun kita dapat tampil trendy bahkan lebih anggun,” papar gadis cantik tersebut.

Perempuan cantik kelahiran Pati, 25 Maret 1995 yang kini berdomisili di Semarang ini mengatakan, bahwa di Kota Semarang sendiri persaingan modelling semakin dinamis.

“Menurut saya saat ini model di Semarang bermunculan sangat banyak mulai dari yang sekedar hobi hingga profesional. Persaingan antar model pun semakin ketat. Tapi sebagai model kita harus sportif, saya tidak memacu diri untuk bersaing dengan model lain tapi belajar dari kelebihan dan kekurangan setiap model yang saya temui karena hal ini adalah proses belajar,” beber dara pemilik tinggi badan 165 cm tersebut.

Untuk menjadi model yang sukses kita harus mempunyai komitmen yang kuat, lanjut dia kepad Koran Pati, optimis, pantang menyerah, berani tampil dihalayak umum, percaya diri dan tidak mudah putus asa saat gagal, dan tunjukkan bahwa kamu berbeda.

“Modal utama menjadi seorang model utama adalah kemauan dan tekat yang kuat. Yang kedua adalah fisik. Tidak memungkiri bahwa untuk menjadi seorang model dibutuhkan persyaratan khusus seperti tinggi dan berat badan. Tapi bagi yang belum memenuhi persyaratan jagan putus asa, selama ada usaha pasti akan ada hasil,” papar lulusan SDN 1 Kudur  Pati dan jebolan SMPN 1 Winong Pati tersebut.

Selain modelling saya adalah seorang bidan, lanjut dia, bagi saya kedua profesi ini sangat bertolak belakang. saya menjalani kedua profesi saya ini dengan sungguh – sungguh agar keduanya berjalan seimbang.

“Harapan saya ditahun ini saya ingin mendapatkan job catwalk . Itulah impian saya di tahun ini,” pungkas lulusan MA PPKP Darul Ma’la Winong Pati tersebut. (Red-KP99/Foto: awalia).

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: