Fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang mampu menggandakan uang secara fantastik, dan banyak yang mempercayainya, serta memanfaatkan kekuatan Sang Guru trsbt, menunjukkan ada yang salah dalam cara berpikir masyrkt kita. Kita sedang sakit karena dijangkiti semacam spiritualisme gaib yang mampu menciptakan keajaiban di luar nalar dan akal sehat kita.

Spiritualisme Jawa sebenarnya tdk mengajarkan ttg fenomena gaib yang fantastik dan mukjizati. Saya teringat Ki Ageng Suryo Mentaram yang mengajarkan murid muridnya utk lebih percaya akan keajaiban dari kerja keras yang trengginas, penuh semangat hidup dan selaras dgn alam. Hidup secara sadar dlm kenyataan itu sendiri sdh merupkn keajaiban dan anugerah yang mukjizati, tnpa harus menoleh pd fenomena fenomena supranatural yang mengaburkan kewarasan dan kesehatan mental kita.

Pikiran pikiran yang mengharapkan keberuntungan tnpa ada usaha keras dan upaya terus menerus, ingin cepat kaya secara instant, senang tnpa merasakan derita lbh dahulu, mrpkn penyakit masyrkt yang akan mudah dibohongi oleh figur figur oportunis berkedok spiritual dan agama yang ternyata tdk kalah sadisnya dgn perampok dan pencuri.

Spiritualisme yang sehat itu akan membuat hidup kita penuh semangat dan usaha keras, tdk mudah tergiur oleh kesenangan palsu, dan mampu menyalakan akal sehatnya sehingga kita terjaga dalam dunia kenyataan.
Rahayu Jawaku
Mari hidup dengan pikiran dan jiwa yang sehat serta dewasa.

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: