Bupati Kudus saat foto bersama santri usai perayaan Hari Santri Nasional 2016 di Alun-alun Kudus.
Kudus, Koranpati.com - Santri era sekarang harus memiliki wawasan luas dan tidak boleh ketinggalan dengan segala perubahan yang terjadi agar nantinya mampu menjawab tuntutan zaman yang makin modern.

Hal itu dikatakan Bupati Kudus Musthofa pada perayaan Hari Santri Nasional,  Sabtu (22/10/2016).

"Artinya, santri era modern harus mampu merespons segala perubahan sosial akibat kecanggihan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahun serta arus informasi," kata Musthofa sebagai pemimpin apel Hari Santri di Alun-Alun Kudus, Sabtu.

Menurut dia, santri yang seutuhnya memang harus mempunyai kemampuan lengkap, mulai dari akhlak yang baik, kecerdasan akal pikiran, hingga keterampilan berwirausaha.

Hal itu, kata Musthofa, tentu bertujuan menjawab tantangan era modern seperti sekarang yang menginginkan adanya kemampuan yang kompatibel dengan era globalisasi.

Setidaknya, kata dia, ketika lulus santri siap bersaing di tengah arus globalisasi karena memang memiliki daya saing yang baik.

Pada kesempatan tersebut, Musthofa juga mengingatkan bahwa semangat santri dalam memaknai dan mewujudkan cita-cita menjadi manusia yang seutuhnya tercermin pula dalam semangat kearifan lokal Kudus yang dikenal dengan "Gusjigang" (bagus, mengaji, dan berdagang).

Untuk itu, pemerintah terus mengajak dan mendorong para santri agar menjadi garda terdepan dalam memimpin arus perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

"Garda depan dalam mengisi kemerdekaan, garda depan dalam memerangi kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan," ujarnya.

Ia menganggap setiap orang terlahir sebagai pemimpin. Maka, integritas, kejujuran, dan nilai moral lainnya menjadi syarat mutlak bagi setiap pribadi dan generasi terbaik pada masa depan.

Oleh karena itu, Bupati Musthofa berharap forum pesantren sebagai basis santri dan santri pada umumnya untuk segera merapatkan barisan dan bersama-sama menyusun formula yang paling tepat untuk saling mendukung dalam rangka kemajuan Kudus dan Jawa Tengah pada umumnya.

"Kami ingin Kudus menjadi model terbaik pola hubungan yang sinergis antara pemerintah daerah dan santri dalam membangun negeri yang subur, makmur, adil, dan aman," ujarnya.

Peringatan Hari Santri di Kabupaten Kudus digelar di Alun-Alun Kudus yang dihadiri sejumlah organisasi masyarakat maupun ormas Islam serta dari seluruh pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Kudus. (Red-KP99/ant).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: