Suasana perayaan Haul KH. Hasbullah ke 42
KH. Hasbullah merupakan salah satu pahlawan bagi masyarakat Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Gagasan dan ide tentang penyebaran agama Islam dan pendidikan Islam, sampai saat ini dinikmati warga Pati dan juga Jepara, Kudus, Grobogan dan sekitarnya.

Tiap desa memiliki sejarah, filosofi, babad, pakem dan tokoh-tokoh yang berpengaruh serta menjadi faundhing father dari daerah yang ia perjuangkan. Salah satunya adalah Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Salah satu desa yang memiliki kisah menarik adalah Desa Kembang, yang secara administratif masih masuk wilayah Kecamatan Dukuhseti, Pati yang tidak lepas dari perjuangan KH. Hasbullah atau sering disebut pula KH. Hasbulloh.

Tepat pada tanggal 16 Oktober 2016 ini, digelar karnaval dalam rangka Haul KH. Hasbulaan yang ke 42. Banyak sekali agenda di Haul KH. Hasbullah tersebut, mulai dari lomba-lomba di TK, MI Madarijul Huda, MTs Madarijul Huda, MA Madarijul Huda dan SMK Mambaul Huda, kemudian tahlil, yasinan, pengajian, sholawatan, hingga karnaval.

Secara geografis, Desa Kembang merupakan salah satu Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dari data geografis, Desa Kembang ini berbatasan sebelah utara laut Jawa sebelah Selatan dengan hutan milik Perum Perhutani, sebelah timur berbatasan dengan Desa Dukuhseti dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Tegalombo.

Pahlawan Desa Kembang
Salah satu jasa besar KH. Hasbullah adalah menyebarkan agama Islam dan juga mendirikan dan penggagas pendidikan madrasah dan juga pondok pesantren. Dari data yang dihimpun Koranpati.com, keluarga KH. Hasbullah adalah profil kiai ternama di desa tersebut dan umumnya di Pati. Nama seperti KH. Zawawi Hasbullan, KH. Zabidi Hasbullah, KH. Khoiri dan lainnya yang masih hidup dan masih muda-muda, kini juga menjadi guru, kiai, pengasuh pondok pesantren dan sebagian juga menjadi dosen.

Keberadaan Madrasah Aliyah Madarijul Huda yang berada di Desa Kembang ini merupakan lembaga yang menjadi ujung tombak pencetak kader-kader muslim yamg berilmu, beriman dan berakhlaqul karimah. Dari dari yang ada, beberapa lembaga pendidikan lain yang berada di sekitar Desa Kembang ini sendiri, baik negeri maupun swasta di bawah yayasan, Desa Kembang memiliki SD/MI sebanyak 62 buah, SLTP/MTs. 20 buah /SMU/MA ,4 (empat) buah dan pondok pesantren 16 buah.

Dengan adanya lembaga Pendidikan diatas justru menguatkan eksistensi MA Madarijul Huda mampu menerapkan pola - pola persaingan yang sehat. Pada hakekatnya, berdirinya Madrasah Aliyah Madarijul Huda Kembang Dukuhseti Pati merupakan kesinambungan Program Pendidikan yang di selenggarakan oleh sebuah Yayasan yang bernama “Yayasan Pengembangan Madrasah Madarijul Huda” atau akrab disapa YPM Kembang.


YPM Kembang Pati tersebut mengelola RA, MI, MTs, MA dan SMK dan Pondok Pesantren Putra-Putri. Cikal bakal lembaga tersebut adalah sebuah Madrasah Diniyyah Salafiyyah yang didirikan oleh KH. Hasbullah pada tahun 1947, MTs. Salafiyyah tahun 1955 kemudian disusul berdirinya Pondok Pesantren Putra tahun 1960.

Pada masa itu semua lembaga pendidikan menggunakan Kurikulum Kombinasi dari Kurikulum Depag dan Kurikulum Salaf sampai sekarang. Madrasah Aliyah Madarijul Huda pertama kali didirikan pada tahun perlajaran 1985/1986 sebagai kelanjutan dari jenjang MTs oleh KH. Abdullah Zawawi Hasbullah, selaku ketua Yayasan Pengembangan Madrasah Madarijul Huda pada waktu itu. Kemudian pada tahun 1990 mendapat status “terdaftar”dengan piagam nomor: WK/S.D/209/PGM/MA/1990, TANGGAL 27 Juli 1990.

Untuk kali pertama mengikuti Ebtanas bergabung dengan MAN 01 Semarang filial Tayu. Pada saat itu juga Hj. Roihanah Hasbullah mendirikan Pondok Pesantren Putri sebagai sarana pelengkap dan pendukung kegiatan belajar yang di Madrasah pada tahun 1995/1996. Lalu, Yayasan Pengembangan mendirikan MAK , dengan mendapat izin operasional dari Kanwil Depag jawa Tengah 21 Januari 1998 Nomor: WK/5.d/P.P.00.6/MAK/0032/OPS/98. Dan pada tahun 1999, MA Madarijul Huda mendapatkan status “Diakui” dari Dirjen Binbaga Islam Depag Republik Indonesia dengan SK No:E.IV/PP.006/Kep/34/99 tanggal 23 Maret 1999.

Sampai saat ini, YPM Kembang terus berinovasi menjawab kebutuhan zaman. Banyak sekali alumni yang tersebar di Indonesia bahkan sebagian di luar negeri. Mereka banyak yang menjadi guru, perangkat desa, dosen, advokat, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta politisi.


Beberapa tokoh guru yang terkemuda di YPM Kembang seperti KH. Minanurrahan, MSI yang juga menjadi dosen di IPMAFA Pati, kemudian Munajin, SPd, S.Ag, M.Pd.I, lalu Kiai Muslim Assalamy, Alhafied dan juga Kiai Umar Faruq Alhafied yang juga seorang dosen. Kemudian juga Kiai Zaenul Wafa, Kholilurrahman, KH. Aniq, dan sejumlah guru-guru yang menjadi tokoh di wilayah Kabupaten Pati.


Lahirkan Alumni Hebat
Semua alumni dari YPM Kembang, terutama MA Madarijul Huda adalah alumni yang dibekali kecerdasan emosional dan spiritual dan tidak sekadar kecerdasan intelektual saja. Sebab, YPM Kembang konsisten membangun pola pendidikan berbasis pondok pesantren yang tidak mengutamakan cerdas akademik namun juga punya moral baik.

Fauzun Nihayah, MH, Tenaga Ahli DPR RI Fraksi NasDem dan dosen STAINU Jakarta, Ahmad Rifai, SHI sebagai Staf Ahli DPRD Kabupaten Pati, Hamidulloh Ibda, M.Pd ia adalah penulis aktif, dan Ketua Program Studi PGMI STAINU Temanggung 2018-2020. Selain mereka, masih banyak ribuan alumni lain yang belum tercatat. (Red-KP99).

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: