Gadis Matahari
Oleh Ahmad Fauzi

Wajahmu hitam tak karuan
Dirias oleh debu jalanan
Rambut merah menyala
Menggambarkan semangatmu yang membara
Kau tak mau dikalahkan begitu saja oleh kenyataan
Melawan dengan menjual informasi dan pengetahuan
Berjudi dengan lintas lalu lalang
Menyapa satu demi satu orang perorang
Kau adalah dosa negara
Dimantrai ekonomi singa dan serigala
Pendidikan tidak mampu menembus pikiranmu yang merana
Bagaimana mau membaca, perut saja sakit tidak terkira
Dengan melihatmu, wibawa para pendidik dan ahli agama kehilangan kesakralannya
Tertelan oleh aura matahari menjulur berlidah lidah di sekitar matamu yang memerah
Untuk apa kita memproduksi banyak profesor dan doktor di tempat-tempat canggih nan ber AC mewah
Sedangkan mereka tidak mampu meresapi penderitaan di sekitarnya
Ya kita bangsa yang kalah
(Gadis Penjual Koran di Jalan-jalan Siang)


Wanita Pemulung Di Pinggir Kota
Oleh Ahmad Fauzi
Matahari boleh menghitamkan kulitmu
Tapi takkan mampu menghentikan langkahmu
Hari-hari tiada tanpa kerja keras
Demi pulang dengan genggaman beras
Menyusuri jalanan aspal panas
Untuk mengais barang-barang bekas
Rupiah demi rupiah terkumpul dengan semangat
Agar pendidikan anak-anakmu terus terawat
Masyarakat memandangmu dengan sebelah mata
Tapi tidak dengan alam raya
Kau boleh hina di hadapan manusia
Tapi tidak di hadapan sang pencipta
Negara bisa lenyap
Tapi kau tak boleh patah semangat
Anak-anak di rumah menunggu dengan harap
Semoga ibu pulang dengan selamat
Kau wanita besi perkasa
(Untuk Mbok Saginem yang selalu kuingat)
Dua Puisi dari Buku "KESURUPAN TUHAN"

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: