Kudus, Koranpati.com - Malam Rabu terakhir di bulan shofar dalam adat jawa merupakan hari yang sangat sakral bagi umat muslim di tanah jawa.

Menurut para ulama',hari pada malam tersebut dinamakan malam Rebo Wekasan,istilah islam menyebutkan dimana malam rebo wekasan adalah malam dimana turunnya 2.400 balak yg dikirim oleh malaikat atas seizin Allah SWT.

Dimalam Rebo Wekasan para umat muslim banyak amalan sunnah untuk tolak balak selama satu tahun ke depan,semisal sholat sunnah,pembacaan surat yasin dan sebagainya.

Namun di Masjid Wali Jepang (Masjid Al-Ma'mur) Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus merupakan sudah menjadi tradisi kearifan lokal yang sampai saat ini dilaksanakan pengambilan air salamun.

Air salamun sendiri di Masjid Wali adalah air yang diambil tiap rebo wekasan dan diambil dari sumur yang diyakini merupakan peninggalan wali zaman dahulu.

Malam ini 29 November 2016,pengambilan air salamun diserbu ribuan warga baik lokal maupun luar kudus.

Ridwan salah satu koordinator Pengambilan Air Salamun mengatakan,"Rebo Wekasan tahun ini panitia menyediakan 10000 plastik,berbeda dengan tahun sebelumnya panitia menyediakan 7000 plastik."

"Antusiasme warga yang sangat banyak terlihat dari anak-anak,ibu-ibu,bapak-bapak bahkan sampai lansia juga turut mengambil Air Salamun",tandasnya

"Panitia tahun ini memang lebih banyak menyediakan plastik untuk antisipasi,karena setiap tahunya para pengambil air salamun terus meningkat",tuturnya.

"Banyak dari luar daerah yang menyempatkan waktunya demi mengambil air salamun,bahkan dari sebelum maghrib tadi ada rombongan dari Jepara dan Pati yang sengaja berangkat lebih awal agar tidak sesak,"ungkapnya.

"Pengisian yang dibantu oleh teman-teman IPNU-IPPNU dan remaja Masjid lebih dari 100 orang untuk menjadikan efisiensi agar para pengambil air salamun tidak terlalu berdesakan,dan dibatu dari berbagai keamanan seperti Banser,LINMAS,dan polisi demi lancarnya pengambilan",imbuhnya.

Sebagai penghibur untuk masyarakat yang datang,panitia mengundang berbagai Grup Terbang Papat dari Desa Jepang serta berbagai wilayah di Kecamatan lain yang ada di Kudus dan sebelum pengambilan air salamun juga dimeriahkan Kirab Budaya yang diikuti masyarakat Desa Jepang. (Red-KP99/Fakhrudin).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: