Ilustrasi
Blora, Koranpati.com - Festival Barong Nusantara (FBN) tahun 2016 yang akan digelar di Blora, harus beda dengan tahun sebelumnya. Sebab, selain meneguhkan Blora Kota Barongan, Blora menjadi "rujukan" utama tentang barong maupun barongan.

"Kami sebagai warga biasa ya berharap agar festival tersebut semakin membumikan barong sebagai khazanah budaya di Blora," tandas Hamidulloh Ibda, peneliti barong Blora, Selasa (8/11/2016).

Ada beberapa hal yang kami harapkan, kata dia, mulai dari bargaining barong maupun masa depan barong itu sendiri.

Pertama, FBN sebagai agenda rutin harus bisa masuk Rekor Muri. "Kedua, barong Blora harus bisa diakui Unesco sebagai salah satu khazanah budaya khas Blora dan menjadi ikon budaya di Jawa Tengah bahkan dunia.

Ketiga, kata dia, barong blora perlu dijadikan muatan lokal di semua jenjang pendidikan di Blora.

"Ini menjadi penting karena saat ini pendidikan lokal wisdom sangat penting untuk menanamkan kearifan lokal bagi pelajar. Nah Blora ini kan menarik punya landmark Kota Barong," tandas alumnus Pascasarjana Unnes tersebut.

Penasihat Sanggar Barong Sardulo Krida Mustika Blora ini juga mengatakan, bahwa bargaining barong dengan reog masih jauh. Bahkan, ikon reog di kancah nasional bahkan internasional lebih familiar dibandingkan barong Blora. Oleh karena itu, ia berharap pada FBN tahun ini bisa menaikkan gengsi barong Blora di kancah nasional bahkan internasional.

Seperti diketahui, Festival Barong Nusantara akan digelar pada bulan November 2016 ini yang diagendakan DPPKKI Blora mulai 22 November 2016 sampai dengan 26 November 2016. (Red-KP99/Foto: IBK).

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: