Fhani Chaeratul Nisya
Bagi Fhani Chaeratul Nisya, menjalani modelling sejak awal sampai saat ini belum tergoda di nude art.

“Dari awal mula jadi seorang model, ibu, ayah, nenekku langsung mewanti-wanti dan menyuruh ku berjanji untuk menolak tawaran foto yang berkonsep nude dan sejenisnya. Walaupun dengan tawaran fee yang sangat lah besar. Aku menolak tawaran nude bukan hanya karena ayah ibu dan nenek ku tapi aku juga berpikir untuk ke depannya karena dunia modeling bukan hanya kita terus yang menjalankan,” beber Fhani Chaeratul Nisya kepada Koranpati.com, Rabu (9/11/2016).


Dunia model, kata dia, akan terus berganti model. Seperti salah satu sahabatku Ahmad Maulana yang selalu mengingatkan jangan pernah terima tawaran seperti itu. Mungkin dia hanya memandang foto nude mu saja namun dengan memandang foto itu semua pria akan merasa bergairah dan yang akan berdosa adalah diri kita sendiri jadi sebaiknya jauh kan konsep nude itu,” tandas dia.

Pendapatku, kata dia, pemikiran model baru untuk menjadi model sukses sangat simpel dengan menerima konsep nude. “Tapi bagiku itu tidak lah hal yang bagus karna yang bisa membuat kita sukses hanyalah Allah. Contoh banyak yang berhijab  saja dengan mudah langsung menaikan nama karena dengan cara yang baik dan Allah melihat kemuliaan mereka karena ingin sukses dengan cara yang baik baik,” beber dia.

Tidak hanya yang hijab, kata dia, yang non hijab juga banyak yang sukses dengan cara yang baik baik.

“Jadi menurut ku foto nude itu tidak lah baik di mata manusia mau pun di mata Allah. Tidak baik juga untuk keluarga karena akan mengakibat kan malu dan tidak membuat nama kita naik dengan baik dan sopan,” lanjut dia.

“Seperti kata salah satu fotografer yang aku kenal, menjadi seorang model tidak harus memakai konsep nude tidak harus berpenampilan seksi karena nggak bakal ada lagi yang akan mengajak kita foto casual atau foto yang lebih sopan, dan menghargai kita, apalagi kita yang baru terjun baru di dunia modelling,” beber dia.

Kita sebagai wanita cukuplah menjaga penampilan, kata dia, dan jangan sampai membuat para fotografer berubah ke fokusan kamera menjadi ke fokusan komelakan tubuh indah kita.(Red-KP99).

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: