Fhani Chaeratul Nisya
Bagi Fhani Chaeratul Nisya, menjadi seorang yang menekuni dunia modelling sangat berperan mempromosikan wisata, salah satunya wisata di Palu, tempat kelahirannya.

Pemilik nama lengkap Reyfany Khaeratulnisa Martadianti ini menandaskan, bahwa seorang model sangat strategis mempromosikan budaya, potensi lokal, kebaya, dan juga objek wisata.

“Kita cukup mempromosikan budaya kita melalui kepribadian baik kita. Kita juga bisa memprosikan seni tari kita melalui ajang seni tari dan bisa kita perkenal kan budaya. Seni tari dan busana busana daerah kita melalui event kebudayaan seperti yang di lakukan oleh kakakku Ika Dini Soleha. Mungkin ia bukan kakak kandungku, tapi aku salut sama dia karena dia mampu memperkenalkan budaya busana dan pesona wanita Indonesia, dengan cara itu mungkin setiap orang akan mengerti apa dan seperti apa budaya kita,” beber Fhani Chaeratul Nisya kepada Koranpati.com, Senin (7/11/2016).

Perempuan yang ikut Cmanagement ini mengatakan, bahwa wisata bagi dia yang paling menarik adalah TMII.


“Bagi ku wisata yang paling menarik ada lah Taman Mini Indonesia Indah. Di sana banyak rumah adat dan kesenian dari masing masing daerah. Dan Ada juga danau yang berbentuk berbagai provinsi. Namun tidak hanyalah TMII di tempat terpencil di tengah sebuah kota besar banyak taman taman indah yang bisa kita jadi kan spot terbaik kita, contohnya Taman Cattelya, Taman Menteng yang sudah terkenal akan taman dan rumah kacanya yang indah,” beber perempuan kelahiran Palu 30 Maret 1998.

Bila berfoto di sana, kata dia, suasana akan terasa nyaman dan sejuk akan pepohonannya. “Di daerah Kota Tua juga bisa kita temu kan spot terbaik. Seperti di Toko Merah di sana terpadapat berbagai peninggalan mobil-mobil zaman dulu. Dan bagus untuk di jadikan foto yang indah,” beber dia.

Banyak cara dan tips menjadi model. Bagi dia, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan. “Tips dariku jadilah seorang model yang percaya diri dan jadi lah seorang model yang menjadi diri sendiri. Menjadi model sukses bukan lah hal yang mudah . Perlu perjuangan panjang, dan model non hijab tidak perlu mengumbar tubuh tidak perlu menampil kan bentuk tubuh yang sangat sesintif di mata pria,” tandas dia.


Memakai pakaian sangat terbuka tidak lah membuat kita akan menjadi terkenal dengan baik, lanjut dia, namun hanya membuat nama kita semakin di bawah.

“Seperti kata salah satu fotografer yang aku kenal, menjadi seorang model tidak harus memakai konsep nude tidak harus berpenampilan seksi karena nggak bakal ada lagi yang akan mengajak kita foto casual atau foto yang lebih sopan ,dan menghargai kita, apalagi kita yang baru terjun baru di dunia modelling,” lanjut dia.

Kita, lanjut dia, sebagai wanita cukup lah menjaga penampilan dan jangan sampai membuat para fotografer berubah ke fokusan kamera menjadi ke fokusan komelakan tubuh indah kita.

“Harapanku di tahun ini semoga aku akan selalu menjaga nama baik ke dua orang tuaku, management dan komunitas ku di dunia modeling ini,” harap dia.


Semoga tahun ini dan tahun ke seterusnya, lanjut dia, aku bisa mewujud kan cita-cita menjadi seorang model ternama yang bisa membanggakan orng yang mendukungku.

“Dan semoga bisa berdiri panggung top model Indonesia dan panggung fashion show fashion show ternama di Indonesia. Dan yang paling utama semoga tahun ini dan tahun depan  bisa menjadi seorang model yang bisa memegang jabatan seorang polisi wanita,” beber dia. (Red-KS99/Foto: Fhani).

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: