Shinta Mahardika
Menjadi seorang model, menurut Shinta Mahardika harus memiliki kecerdasan dan dilarang bodoh. Maka, dalam dunia modelling, seorang model menurut dia harus punya kemampuan B3, yaitu brain, beauty dan behavior. Hal itu sangat mutlak agar bisa menjadi model sukses dan mampu menjawab tantangan zaman di dunia seni fotografi.

“Modal utama menjadi model sudah nggak asing kita dengar yang pasti brain, beauty dan behavior. Menjadi model harus pintar, karena model kalau tidak pintar rawan ‘dimanfaatkan’ oleh klien, bisa soal fee atau kontrak kerja yang tidak sesuai perjanjian dan lainnya,” tegas model Shinta Mahardika kepada Koranpati.com, Jumat (11/11/2016).

Dia juga menandaskan, bahwa di dunia model memang harus bersaing dengan cara yang positif dan elegan. Oleh karena itu, seorang model mutlak harus pintar dan berwawasan luas agar tidak mudah dicurangi.

“Model harus berwawasan luas sebagai bekal ketika harus menerima job ke luar-luar kota dan untuk bisa go internasional juga harus pintar berbahasa Inggris,” beber perempuan cantik kelahiran 17 Agustus 1993 tersebut.

Perempuan yang lahirnya bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ini juga mengatakan kepada Koran Pati, selain hal di atas, model juga harus cantik sebagai tuntutan pasar.

“Beauty adalah tuntutan pasar, yang biasanya menuntut model untuk berparas cantik berpenampilan cantik,” lanjut dia.

Sementara behavior, kata Shinta, adalah sikap, karakter atau ekspresi. “Jarang sekali seseorang bisa menjadi model yang keren kalau mereka tidak mempunyai karakter,” beber perempuan yang lahir dan berkarir di Solo tersebut.


Shinta Mahardika juga mengatakan, bahwa selain di Surakarta, ia sudah melakukan pemotretan di sejumlah daerah. “Pengalaman foto di Jogjakarta, Malang, Surabaya, Jakarta dan lainnya,” pungkas dia. (Red-KP99/Foto: Shinta).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: