Oleh M Yudhie Haryono
Direktur Eksekutif Nusantara Centre

Kepada Yth
Jenderal Google
Di Solo

Salom.
Jenderal, apa kabar? Semoga sehat dan sejahtera. Ini penting kami tanyakan sebab akhir-akhir ini jenderal sibuk. Sangat sibuk menjadi satpam pak Ahok. Kami tahu, dulu jenderal begitu miskin. Asupan makanannya sedikit. Itulah mengapa tubuh jenderal kuntet. Paling ceking dari jenderal lainnya. Pengetahuan jenderal juga hanya medsos. Itu karena dulu tak punya uang untuk beli buku.

Karena miskin dan bodoh, maka menjadi jenderal bukan tujuan. Kami tahu, tujuan jenderal adalah mencari sepiring nasi buat mengganjal perut yang kosong. Kalau pada akhirnya kini mencari segenggam berlian, itu pasti ajaran para cukong BLBI, narkoba dan property yang biasa nyuap fasilitas golf plus caddy.

Setelah kini jenderal berbintang empat, makin hari nampak makin lucu. Makin tak tahu mana sebab dan mana akibat dari problema rakyat. Ingat, kami yang bayar gaji para jenderal via APBN, tapi kalian lebih sibuk membela cukong. Sampai-sampai rakyat yang menuntut keadilan dituduh macam-macam. Itu juga dari info yang lucu dan invalid.

Jenderal, masih ingatkah sejarah hidupmu yang miskin dan pilu itu? Semoga membuatmu membela kaum miskin dan lemah. Itulah kaummu. Jika tidak menyadarkanmu, doa rakyat padamu adalah semoga jenderal segera gemuk dan tinggi. Sebab kalau kerempeng, maling baju juga tidak takut. Apalagi para ulama dan aktifis. Terakhir, semoga hari-hari jenderal ke depan makin waras dan pancasilais. Amin. Amitaba.
Salom.
Salam takzim.
Dari rakyat yang tidak miskin dan bodoh.
Yudhie Haryono

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: