Foto bersama usai seminar
Pati, Koranpati.com - Hari Senin (28/11/2016) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Managemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, menggelar seminar yang mengusung tema “Strategi Jitu Fundrising Zakat” dengan Narasumber dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah, Bapak Djoko Adhi Saputro (sebagai Kepala Perwakilan).

Topik ini menjadi menarik untuk dibicarakan karena menurut riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB), zakat merupakan cara paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan yang terjadi. Sedangkan saat ini kesadaran masyarakat masih sangat minim mengenai hal itu, padahal potensi zakat di Indonesia ada dikisaran angka 217 triliun,  itu sendiri sudah mencapai 20% Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau hampir setara dengan Anggaran Perbelanjaan Daerah (APBD).

Hingga ada beberapa usulan menarik untuk membentuk Menteri Zakat yang bergandengan dengan Menteri Ekonomi dalam membangun kerjasama yang bersinergi dan bertujuan menyumbang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang baru tergali sekitar 4,3 triliun.

Dalam sambutannya, Bapak DR. Jamal Ma’mur Asmani MA. Selaku Ketua Program Studi Zakat Wakaf di Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menuturkan jika di Kabupaten Pati sendiri potensi zakat berkisar hingga 20 milyar, namun yang tergali baru mencapai 2 milyar. Yang menjadi pertanyaan, mengapa potensi yang sedemikian besarnya justru hasilnya jauh dari harapan? Mungkin yang menjadi salah satu kendala dari masalah tersebut karena tidak banyak lembaga Amil Zakat yang dipercaya masyarakat.

Bapak Djoko menjelaskan, mengenai Fundrising sendiri bisa diartikan sebagai proses yang mempengaruhi masyarakat baik perorangan atau lembaga agar menyalurkan dana kepada sebuah organisasi. Bisa juga diartikan sebagai Friendrising karena kita menerapkan bagaimana cara membangun jaringan dengan konsep member manfaat, benefit serta untung kepada mitra. Karena bisnis yang sedang nge-trend seperti ini : siapa yang punya komunitas dia yang menguasai pasar,  dana yang didapat jangan semuanya diikat dengan program (kecuali yang telah diamanahkan) tapi ada pula yang disisihkan untuk keberlangsungan organisasi.


Fundrising bisa dilakukan dengan cara langsung (percakapan langsung) maupun tidak langsung (menggunakan media), sedangkan pola Fundrising sendiri harus disesuaikan dengan gaya hidup manusia di era modern. Kuncinya merupakan kemudahan dalam pembayaran, tanpa repot kita hanya tinggal menuju base on IT : kitabisa.com, Go Zakat, autodebet. Namun yang tak kalah penting Kedekatan Layanan dengan Muzzaki (Customer Intimacy) dapat membangun kepercayaan dan menjadi strategi jitu untuk menarik donator tetap. Yuk! Mari berzakat,  jika kamu memudahkan urusan saudaramu, insya’allah dimudahkan urusanmu. (Red-KP99/Hms).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: