Peserta sosialisasi saat foto bersama
Pati, Koranpati.com – Kader dan pengurus Aisyiyah Kabupaten Pati, mendapatkan sosialisasi tentang penyakit tuberkulosis (TB).

Selain Pati, ada daerah lain yang juga mendapatkan sosialisasi, yaitu Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen.

“Pelatihan kader TB komunitas merupakan pelatihan yang bertujuan untuk membentuk kader sebagai bagian dari struktur pengendalian TB berbasis masyarakat yang mandiri,” ujar Kiki Ahmad Harmoko Kordinator SR TB_HIV Jateng 2, kemarin.


Dijelaskan Kiki Ahmad Harmoko, bahwa di Indonesia sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum dapat diatasi.

Dari data yang ia himpun, pada tahun 2015 angka insiden TB di Indonesia 399/100.000 dengan perkiraan angka prevalensi 647/100.000 dan angka kematian TB-HIV sebesar 8,5 per 100.000 penduduk serta insiden TB-HIV sebesar 25 per 100.000 penduduk (Global Report TB Tahun 2015).

Program TB di Indonesia di tahun 2015 telah berhasil menemukan dan mencatat semua kasus TB sebesar 129 per 100.000 peduduk dan pada tahun 2016 (data per 28 Agustus 2016) sebesar 51 per 100.000 penduduk. Angka penemuan kasus TB sebesar 33%, angka ini hampir mencapai target nasional yaitu sebesar 34%, dan angka keberhasilan pengobatan untuk kasus baru dan kambuh sebesar 84% dari target 85%.


“Untuk itu guna menurunkan insidensi dan kematian akibat TB di Indonesia selain dibutuhkan komitmen kuat dari pengambil kebijakan dalam melaksanakan program penanggulangan TB. Kami sebagai pelaksana program tingkat provinsi atau SR (Sub Recipient) Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Jawa Tengah mengadakan pelatihan kader TB komunitas serentak sejak 18 November – 5 Desember 2016 untuk ke-13 daerah intervensi kami,” beber dia.


Fungsi dari pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal yang cukup kepada kader dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan TB masyarakat antara lain sebagai sumber informasi TB, deteksi suspek TB dan kontak serumah, pendampingan pasien TB, pembinaan Pengawas Menelan Obat, pengawasan pengobatan pasien TB dan monitoring pengobatan pasien TB dengan pencatatan dan pelaporan pasien TB.


Pendekatan pelatihan kader umumnya menggunakan pendekatan satu arah karena kader kesehatan sering dianggap sebagai perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan sehingga pengendalian pola pikir kader berada di tangan tenaga kesehatan.


Saat ini paradigma pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan status kesehatan mau tak mau harus melibatkan kader dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam penanggulangan TB dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Dalam pelatihan ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan persuasif yang dikolaborasikan dengan tehnik pembelajaran orang dewasa.


“Dalam proses ini fasilitator dituntut untuk lebih aktif dalam melibatkan kader pada semua proses pembelajaran, selain itu fasilitator harus memiliki kemampuan mumpuni dalam material yang disampaikan terutama aplikasi teori penanggulangan TB di lapangan. Salam Indonesia Bebas TB,” beber dia. (Red-KP99/Hms).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: