Salah satu lokal gedung SMK Yayasan Jamaah Pasrah yang sedang dibangun.
Dukuhseti, Koranpati.com –Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Jamaah Pasrah yang berada di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, siap beroperasi pada Juni 2017 dengan dua jurusan.

Minanurrohman, penanggung jawab akademik SMK Yayasan Jamaah Pasrah mengatakan bahwa pendirian sekolah itu dari awal didedikasikan untuk anak-anak yatim piatu yang kurang mampu bahkan putus sekolah. “Sejak 2004, Yayasan Jamaah Pasrah selalu melakukan santunan. Kami berpikir, daripada untuk santunan saja, kami berinisiatif untuk mendirikan sekolah khusus anak yatim piatu. Warga Pati dan khususnya warga Dukuhseti besuk bisa sekolah di sinilah,” beber alumnus Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang itu, Kamis (22/12/2016).

Pihaknya juga menjelaskan, yang membedakan sekolah yang ia rintis dengan sekolah lain adalah visi, misi dan peserta didik. “Insyaallah kami istikamah untuk anak yatim. Makanya sekolah ini, kami prioritaskan memang untuk anak-anak yatim piatu,” beber dia.

Sementara itu, Ngalimun Ketua Yayasan Jamaah Pasrah Pati, Kamis (22/12/2016), mengatakan untuk pembangunan gedung, sudah mencapai 75 persen. Direncanakan SMK yang berlokasi di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati ini akan beroperasi pada tahun ajaran 2017-2018 mendatang.

Secara fisik dan sarpras kita siapkan, kata dia, tapi untuk pembangunan sudah mencapai 75 persen. Secara keuangan dan hukum mulai kita tata sudah hampir 100 persen, akta notaris tinggal menunggu dari Notaris dan IMB sudah keluar. Yang utama secara akademik, sudah kita siapkan. Ini sudah dapat 15 guru yang ahli di bidangnya dan bukan buru fresh graduate.

“Soalnya kalau lihat juklak, empat hal itu harus terpenuhi semua. Kalau dari Dinas Pendidikan Pati, sudah memberi izin, ini proses izin dari Dinas Pendidikan Jateng karena SMK mulai 2017 berpusat di provinsi,” beber dia.


Dua Jurusan
Kalau Renstra, katanya, visi, misi dan administrasi sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) juga sudah berjalan bagus. “Kami rencanakan memang membuka dua jurusan dulu,” tegas alumnus Unwahas Semarang tersebut.

Dijelaskannya, bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs harus menyediakan sejumlah program keahlian yang itu berbeda dengan SMA. Oleh karena itulah, SMK yang berdiri dari dana Yayasan Jamaah Pasrah itu akan membuka dua jurusan untuk menampung anak-anak yatim yang sudah lulus dari SMP/MTs.

“Kita rencana membuka jurusan Teknik Kerja Jaringan (TKJ) dan Rekaya Perangkat Lunak (RPL). Gurunya juga sudah ada yang linier di bidang itu,” beber perangkat Desa Dukuhseti, Pati tersebut.

Ia juga menambahkan, bahwa untuk mendapatkan peserta didik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengurus Yayasan Jamaah Pasrah yang tersebar di wilayah Pati. “Kalau sesuai rapat kemarin, sudah ada yang ada yang daftar dari Dukuhseti, Tayu dan bahkan dari Juwana,” beber Ketua GP Ansor Dukuhseti Pati tersebut.

Pihaknya juga membeberkan, di Dukuhseti, untuk kondisi pendidikan atas, sudah ada 3 MA swasta, 3 SMK swasta dan 1 SMA swasta, meliputi MA Madarijul Huda Kembang, MA Manahijul Huda Ngagel, MA Tarbiyatul Banin Banat Alasdowo. Sementara untuk SMK dan SMA meliputi SMK Manahijul Huda Ngagel, SMK Manba'ul Huda Kembang Dukuhseti Pati, SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi, SMA BOPKRI 3 dan SMK Arridlo Ngagel. “Jadi nanti jumlah SMK di Dukuhseti mulai 2017, ditambah satu lagi, yaitu SMK Yayasan Jamaah Pasrah,” lanjut dia.

Ngalimun juga menjelaskan, bahwa SMK Yayasan Jamaah Pasrah tersebut, nanti juga akan mendirikan pondok pesantren di dekat sekolah. “Kemarin sudah ada yang tembung mewakafkah tanah. Rencananya, kami juga akan mendirikan pondok pesantren yang integrated dengan SMK. Selain memberikan wahana belajar Islam, bagi peserta didik yang jauh bisa ngekos di pondok biar tidak berat di ongkos,” ujar mantan Ketua IPNU Dukuhseti Pati tersebut.

Ia berharap, ke depan pembangunan lancar. “Intinya kami memenuhi empat unsur, yaitu bidang hukum, keuangan, sarana prasarana dan bidang akademik. Karena keempat itu menjadi hal pokok dalam pendirian lembaga pendidikan baru yang sudah diatur undang-undang,” pungkasnya. (Red-KP99).

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: