Salah satu amplopan yang diduga dikeluarkan oleh tim pemenangan paslon.
Pati, Koranpati.com - Pilkada Pati 2017 yang tinggal menghitung hari, ternyata ternodai dengan adanya oknum yang membagi-bagikan uang kepada masyarakat. Jumlah tersebut, tidaklah banyak namun sangat memalukan. Sebab, hanya sekitar Rp.15.000. Rp. 10.000 dan Rp.25.000, namun mengotori pesta Pilkada Pati 2017 sebagai wahana memilih pemimpin untuk Kabupaten Pati lima tahun ke depan.

Ketua Umum  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tondonegoro Pati Abdush Shomad, kepada Koranpati.com, Sabtu (11/2/2017) menyesalkan kejadian di Trangkil, Pati yang terbukti mengaku dari pasangan Haryanto-Arifin yang membagikan uang kepada warga.

Pihaknya mengaku, hal itu menodai proses demokrasi di Kabupaten Pati sebagai salah satu wahana memilih Bupati-Wakil Bupati yang akan menjadi tonggak kepemimpinan di Bumi Mina Tani ini.

"Data yang kami terima, ada yang Rp.15.000, kemudian Rp.10.000 dan di Cluwak malah ada yang Rp.50.000," beber Shomad, sapaannya.

Kalau masalah kawal-mengawal, kata dia, memang saya kurang paham. "Tapi kami memantau via online. Soalnya, semalam (Jumat 10 Februari 2017), sudah banyak laporan yang kami terima," tukas dia.

Uniknya lagi, kata Shomad, ini ada isu pengawal Kotak Kosong juga membagikan amplop. "Ini menurut saya konyol. Soko kidul, soko Lor, ono amploplane. Pati Kota malah ngenes, karena hanya Rp.10.000 sampai Rp.15.000," beber dia.

Pihaknya, lebih lanjut, menyesalkan adanya tradisi buruk tersbeut. Ia berharap, segera ada tindakan agar kejadian itu tidak menodai proses demokrasi di Pati. (KP99).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

1 comments: