Ilustrasi: Salah satu pasien saat menjajal kesaktikan Kerbau Slewah. (Foto: Jppn).
Dukuhseti, Korapati.com – Daya mitologi yang masih kuat di kalangan masyarakat wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, membuat aktivitas mereka menarik, unik dan menggelitik. Mengapa? Kita bisa baca sejarah, dongeng atau legenda babad alas Dukuhseti yang erat kaitannya dengan mitologi. Benar dan salahnya masih bias. Karena, hal itu masih dalam tataran asumsi dan belum bisa dibuktikan.

Hadirnya kerbau “ajaib” milik salah satu warga di Desa Dukuhseti, membuat warga Dukuhseti dan sekitarnya geger. Semacam ada “wahyu” datang yang itu sepadan dengan mitos, gugon tuhon, bahkan menjadi kebenaran. Entah orang yang ke sana hanya coba-coba, penasaran bahkan memang sudah membuktikan.

Tapi yang jelas, kerbau milik Karjan dan Rapi, warga RT 8 RW 5 Dukuh Kedawung, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati bagi sebagian warga diyakini bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Mulai dari penyakit biasa, sampai penyakit luar biasa dan kronis.



Kerbau milik Karjan yang dibeli sekitar dua tahun yang lalu itu awalnya dibeli dengan harga Rp.6.500.000. Kerbau itu sampai saat ini dinamakan Kebo Slewah yang mengundang warga se antero Dukuhseti, Tayu, Pati, bahkan sampai warga Jakarta dan Sumatera juga tertarik dengan keunikan Kebo Slewah tersebu.

Kerbaunya Mbah Anggur?
Dulu, dari data yang digali litbang Koranpati.com, Dukuhseti didirikan oleh Mbah Brojoseti Singo Barong atau akrab disebut Mbah Surgi. Mbah Brojo yang sekarang dimakamkan di Desa Dukuhseti, tepatnya di kawasan pemakanan Spande, menjadi unik lantaran juga memiliki murid bernama Mbah Anggur, sebagian tokoh modin Dukuhseti menyebutnya Syekh Hamim dan nama lainnya.

Baca Juga: Mbah Brojo Seti Singo Barong, Pahlawan Agama Desa Dukuhseti Pati.

Konon, Mbah Brojoseti adalah petani yang punya banyak sawah dan juga rojo koyo atau ternak. Salah satunya adalah kerbau, yang dulu digembalakan oleh Mbah Anggur. Sebagian masyarakat, berpendapat bahwa Mbah Anggur itu adalah “tukang anggon” (orang yang menggembala) hewan-hewan milik Mbah Brojoseti.

Nama Anggur, itu artinya “Bocah Nggur-ngguran” atau anak pengangguran karena pekerjaannya hanya menggembalakan hewan. Namun ada fakta menarik, kebo (kerbau) milik Rapi di Dukuh Kedawung tersebut, ternyata akrab disebut “Kebo Slewah”. Ia diyakini bisa menyembutuhkan pasien yang datang dari berbagai daerah bisa disembuhkan melalui ritual dijilat oleh kerbau tersebut. Lalu apa hubungannya dengan kerbaunya Mbah Anggur?

Harus diingat, sejarah Dukuhseti adalah sejarah penindasan, pembunuhan, prostitusi dan tidak heran jika dulu di Purbo banyak PSK dan banyak juga “korea” (preman) di Dukuhseti.

Kematian Mbah Anggur, dalam babad Desa Dukuhseti, adalah karena dibunuh oleh Ki Gede Tualang (musuh Mbah Brojoseti). Ia adalah siluman yang konon bisa berubah bentuk. Mbah Anggur dibunuh saat mengetahui istri Mbah Brojoseti disetubuhi oleh Ki Gedhe Tualang.

Saat itu, Mbah Anggur sedang menggembala kerbau kesayangan Mbah Brojoseti. Kemudian, Mbah Anggur dibunuh oleh Ki Gede Tualang di atas kayu jati. Sampai saat ini, pecut, kayu jati milik Mbah Anggur masih ada di makamya di sebelah barat Desa Dukuh Kulon, Desa Dukuhseti.

Usai dibunuh, kerbau ajaib yang digembalakan Mbah Anggur tersebut melaporkan kejadian itu kepada Mbah Brojoseti. Kono, Mbah Brojo langsung bekelahi dengan Ki Gede Tualang tersebut di Dukuh Jebolan.

Lalu, karena darah Mbah Anggur “bleber” (mengalir) di sawah, maka sawah di Dukuhseti yang terlekat sebelah barat Dukuh Kulon dinamakan “sawah sebleber”.

Ada hal pararel dan kompatibel antara Kerbau Slewah dan kerbau milik Mbah Brojoseti yang digembalakan Mbah Anggur. Kerbau itu sama-sama sakti dan memiliki keistimewaan.

Begitu pula dengan Mbah Anggur. Sama saktinya dengan KH. Hasbullah Kembang, Dukuhseti, Pati. Saat dulu KH. Hasbullah Kembang mau mendirikan Masjid Sabilal Huda, beliau mengambil kayu jati di sekitar kuburan Kembang. Namun hal satupun kubur/nisan tidak ada yang rusak.

Baca Juga: KH. Hasbullah, Pahlawan Masyarakat Kembang Pati.

Fenomena Kerbau Slewah, adalah bukti banyak kerbau-kerbau “sakti” yang ada di Dukuhseti. Sebab, diakui atau tidak, warga Dukuhseti dari dulu diakui “dukdeng” alias sakti. Ya sakti dalam dunia spiritual, mitologi, juga ilmu kebatinan sampai perdukunan. Pertanyaan yang masih perlu diteliti, apakah benar Kerbau Slewah itu “jelmaan” kerbaunya Mbah Brojoseti yang digembalakan Mbah Anggur?
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: