Oleh: Niam At-Majha
Peresensi adalah Pengurus Lakpesdam NU Pati

“....jika orang ingin memperjuangkan ajaran Islam di Indonesia, pakailah ilmu garam, tidak ilmu gincu”. Ketika garam larut dalam makanan, bekasnya tidak kelihatan, tetapi pengaruhnya dalam cita rasa makanan sangat menentukan. Sebaliknya gincu yang dipakai kaum perempuan, terbelalak merah di bibir, tetapi tuna rasa... Hatta dengan imanya yang tulus tidak rela menyaksikan Islam Indonesia seperti gincu.” (hlm. xi).

Buku bertajuk Islam dan Pancasila sebagai Dasar Negara Studi tentang Perdebatan dalam Konstituante karya Syafii Ma’arif menjadi rujukan penting terkait dengan perdebatan panjang penetapan dasar negara Indonesia. Hingga dalam penjelasannya penulis memberikan gambaran pada zaman Nabi Muhammad, Khulafaur Rasyidin, dan zaman kekhalifahan Islam.

Penulis berusaha menyoroti satu per satu rangkaian peristiwa politik mulai dari zaman nabi hingga saat ini, terutama yang terjadi di Indonesia. Dalam buku ini dipetakan menjadi  menjadi 4 bab. Bab pertama adalah pendahuluan. Pada bab ini, ia menguraikan poin-poin di bab 2, 3, dan 4. Selain itu, alasan melakukan studi tentang Islam dan Pancasila sebagai sebagai dasar negara.  

Pada bab selanjutnya yaitu pembahasan tentang Islam dan cita-cita politik. Penulis dengan tegas mengatakan bahwa al-Qur’an tidak memberikan pola pasti dalam mengelola negara yang harus diikuti oleh umat Islam. Umat Islam bebas menentukan model yang mana, asal asas syuro (musyawarah) harus diterapkan di dalamnya.

Karena asas syuro ini lah yang menjadi inti dari al-Qur’an dalam hal mengatur suatu negara. Praktik syuro (musyawarah) pertama adalah pertemuan di Balai Banu Saidah untuk menentukan pengganti (khalifah) Nabi Muhammad. Pertemuan ini melibatkan semua pihak; perwakilan dari Muhajiri dan Ansar. Setelah perdebatan yang panjang, maka terpilihlah sahabat Abu Bakar sebagai khalifah.

Sedangkan pada bab terakhir  membahas tentang Islam Indonesia pada abad ke-20. Penulis mencoba menguraikan peran dan kontribusi organisasi Islam modern yang bercorak sosio-keagamaan seperti Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, organisasi Islam tradisional seperti NU, dan organisasi Islam politik seperti Sarekat Islam pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Perlawanan umat Islam kepada penjajah dijelaskan secara rinci dan detil.

Islam dan Dasar Negara Indonesia. Penulis buku ini menilai, meskipun para pengusung negara Islam tersebut banyak bicara tentang negara yang berdasakan Islam, namun mereka belum berhasil menyusun karya sistematis dan ilmuah tentang konsep negara Islam yang mereka cita-citakan. 

Mereka yang ingin menjadikan agama Islam sebagai dasar negara Indonesia memandang bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam dan Islam jauh lebih unggul dijadikan sebagai dasar negara daripada Pancasila ataupun ideologi lainnya. Maka dari itu, mereka menganggap Islam perlu diterapkan sebagai dasar di negara ini. Pada bab ini pula, penulis buku mengupas tuntas tentang konsep negara Islam yang digagas oleh M. Natsir, Zainal Abidin Ahmad, dan Muhammad Asad. Buku ini tentu sarat akan ilmu pengetahuan dan wawasan. Maka dari itu sangat bagus sekali bagi siapa saja yang ingin mengetahui perihal Islam Indonesia dan Dasar Negara.

Biodata buku:
Judul  : Islam dan Pancasila Sebagai Dasar Negara
Penulis : Ahmad Syafii Maarif
Penerbit : Mizan
Cetakan : I, Maret  2017
Tebal : 312 halaman
ISBN : 978-602-441-015-5
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: