Oleh Devi ratnasari
Mahasiswa Div Semester 5 Poltekkes Surakarta, Jurusan Ortotik Prostetik

Taukah kalian jurusan Ortotik Prostetik ? Sebagian orang pasti menjawab tidak tahu. Kalau tahu ya dibilang jurusan sangkal putung. Padahal jurusan ortotik prostetik di Indonesia yang sudah terakreditasi hanya ada dua yaitu di poltekkes kemenkes Surakarta dan Jakarta. Keren ya, kalau bisa dibilang sih jurusan limited yang berkualitas dan tidak semua universitas bisa mendirikan jurusan ini. Tapi kenyataan nya banyak orang yang belum tau jurusan yang mulia ini.

Pengertian Ortotik Prostetik itu sendiri adalah suatu pengetahuan teknik dalam bidang medis untuk mempelajari pelayanan, pemeriksaan, pengukuran, pembuatan, dan pengepasan alat bantu anggota gerak tubuh yang lemah (ortosis) dan pengganti anggota tubuh yang hilang (prostesis). Untuk ilmunya disebut Ortotik Prostetik. Sedangkan ahlinya disebut Ortotis Prostetis. Lulusan dari ortotik prostetik dapat bekerja di rumah sakit, perusahaan penyedia alat medis, instruktur dan membuat klinik sendiri.

Padahal di jurusan ini pasien difabel atau trauma banyak terbantu, karena pasien pasien disabilitas tidak bisa dibuatkan hanya sekedar alat bantu saja. Jadi harus mempunyai keahlian khusus dengan cara mengikuti pendidikan bagaimana membuat alat bantu yang nyaman, tepat, sesuai dengan peruntukannya.

Contoh yang lain seperti : orang difabel yang tidak punya tangan atau kaki, kecelakaan yang mengharuskan anggota gerak atas maupun bawah harus diamputasi, dan penyakit polio yang menyebabkan seseorang harus menekan tungkai yang layuh untuk berjalan. Apalagi sekarang sedang maraknya kasus kecelakaan remaja dibawah umur yang ugal - ugalan ketika berkendara di jalan raya. Sehingga banyak remaja yang kecelakaan dan mengharuskan diamputasi anggota gerak atas maupun bawah. Akibatnya remaja itu menjadi tidak percaya diri dan minder jika bertemu banyak orang. Tidak hanya itu, mereka juga kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari hari.

Di jurusan ini kami di ajarkan bagaimana membuat alat bantu gerak yang bisa fungsional dan nyaman untuk orang difabel ataupun efek dari kecelakaan. Dengan adanya alat bantu gerak ini, bisa mengembalikan kepercayaan diri bagi orang difabel yang sering jadi korban bullying karena dianggap sebagai orang lemah.

Meskipun di Indonesia termasuk negara yang menggunakan teknologi canggih, akan tetapi sudah bisa melayani masyarakat sehingga bisa beraktifitas secara mandiri, nyaman dan mengembalikan fungsi percaya diri. (*)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: