Suasana rapat Prodi PGMI STAINU Temanggung
Temanggung, Koranpati.com - Selama ini, masih banyak orang bingung antara perbedaan maupun persamaan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Padahal, sesuai UU Dikti tahun 2012 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), semua prodi wajib menerapkan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan SNPT.


Maka dari itu, PGMI dan PGSD adalah sama, sebab, secara profil lulusan adalah calon guru MI/SD, mata kuliahnya sama, justru di PGMI ada tambahan mata kuliah agama, yaitu Fikih, Alquran Hadist, SKI, Akidah Akhlak, Bahasa Arab dan lainnya selaian Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan PKn sebagai mata kuliah wajib di PGMI.

Secara gelar juga sama dan potensi diterima di CPNS guru kelas SD juga sama. Syaratnya, selama ini sudah menyetarakan lulusan PGMI/PGSD. Hal itu terungkap saat rapat internal Prodi PGMI STAINU Temanggung yang bertempat di rumah makan Alam Desa Kranggan, Temanggung.

Dalam kesempatan itu, Kaprodi, Sekprodi dan dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar rapat pemantaban penerapan kurikulum PGMI berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), Kamis (11/1/2018).

Hadir Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda, Sekprodi PGMI Farinka Nurrahmah Azizah, dan dosen PGMI M. Fadloli Al Hakim, Effi Wahyuningsih, Gandhi yang bertempat di Jl. Raya Pringsurat, Kranggan, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.

Dalam penjelasannya, Prodi PGMI STAINU Temanggung sudah mengonsep dan kurikulum berbasis KKNI-SNPT. "Meski melalui proses panjang, dari perumusan capaian pembelajaran atau learning outcome, profil lulusan PGMI, sampai dengan perumusan bidang kajian, sampai dengan muncul pemetaan mata kuliah, sudah kami bahas panjang dengan perbandingan kurikulum KKNI-SNPT dari Perkumpulan Dosen Prodi PGMI Jateng-DIY yang saya dapat pada Desember 2017 kemarin," papar lulusan Prodi Pendidikan Dasar Pascsarjana UNNES itu.

Ia juga menegaskan, bahwa penerapan kurikulum PGMI berbasis KKNI-SNPT akan berdampak pada profil lulusan dan capaian pembelajaran sehingga melahirkan mata kuliah yang mendukung profil lulusan tersebut.

Rasionalisasi dari penerapan KKNI-SNPT ini menjadikan Prodi PGMI ini sama seperti Prodi PGSD. "Secara kurikulum sama, justru PGMI lebih unggul karena selain memberikan mata kuliah lima mapel wajib MI/SD yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPS, IPA dan PKn, namun PGMI juga memberikan mata kuliah konsep dasar, dan pembelajaran Akidah Akhlak, Fikih, Alquran Hadist, SKI dan Bahasa Arab dan beberapa mata kuliah lain. Di sinilah kelebihan PGMI daripada PGSD," tegas penulis buku 'Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner' tersebut.

Sementara itu, Sekprodi PGMI STAINU Temanggung Farinka Nurrahmah Azizah menambahkan bahwa profil lulusan utama dari Prodi PGMI STAINU Temanggung adalah menyiapkan calon guru kelas di jenjang MI/SD.

"Untuk profil tambahannya, kami merumuskan bahwa lulusan nanti disiapkan menjadi teacherpreneur. Ini sudah kami petakan learning outcome dan bidang kajian serta mata kuliahnya. Sehingga, produk PGMI itu bisa menjadi guru kelas di jenjang MI/SD sekaligus menjadi wirausahawan di bidang pendidikan dasar," ujar dia. (kp44/Dloli).
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: