Denny JA. (dok-Gatra News).
Koranpati.com - Dari siaran pers yang diterima Koranpati.com, tanggal 8 Januari 2018 beberapa penyair muda membentuk grup WA dengan nama Penyair Muda Indonesia. Grup itu diniatkan untuk menjadi wadah para penyair muda untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan saling berbagi informasi seputar perkembangan sastra Indonesia.

Sejak tanggal 11 Januari, para anggota grup banyak berdiskusi tentang program penulisan buku puisi esai nasional yang melibatkan Denny JA. Karena berbagai alasan, para penyair dalam grup itu pun bersepakat untuk menolak proyek buku dimaksud.

Para penyair menemukan, bahwa ada banyak nama yang mengikuti proyek tersebut karena tergiur oleh tawaran uang, tanpa memahami konteks permasalahannya secara utuh. Ini membuat mereka merasa perlu melakukan sebuah usaha penyadaran bahwa apa yang dilakukan oleh DJA merusak susastra Indonesia.

Tanggal 16 Januari 2018, alasan-alasan penolakan terhadap proyek buku tersebut, dituangkan dalam beberapa poin, dan dibuatlah sebuah petisi penolakan terhadap proyek buku puisi esai Denny JA.

Sesudah melalui diskusi yang matang tentang rumusan petisi, maka tanggal 17 Januari 2016 pukul 18.05, petisi tersebut mulai ditandatangani oleh penyair Jamil Massa, diikuti Arco Transept, Mario Lawi, dan seluruh anggota grup yang lain. Hingga tanggal 18 Januari 2018, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 103 orang penyair dari berbagai kota provinsi di Indonesia. Disepakatilah bahwa petisi itu perlu diunggah pula ke media sosial facebook, dan ke grup-grup WA yang lain, barangkali ada publik sastra yang lain, yang setuju dan ingin ikut menandatanganinya. Petisi tersebut mendapat sambutan yang baik, dan mulai ditandatangani oleh lebih banyak orang, antara lain di facebook, grup WA Ruang Sastra, Grup WA Penyair Indonesia, dan lain-lain.

Dalam perkembangannya, penyebaran petisi ini mendapatkan beberapa gangguan. Semisal munculnya sebuah petisi bayangan yang mencatut petisi ini. Sangat disayangkan ada nama Narudin Pituin di situ. Seorang kritikus yang dianggap bermasalah dan punya kaitan erat dengan DJA sehingga petisi yang kami buat menjadi terkesan main-main. Namun masalah tersebut bisa kami atasi dengan membuat klarifikasi di sejumlah grup WA dan FB, sementara data yang valid terus kami koreksi dan perbaharui terus menerus.

Di akhir batas waktu yang telah kami tentukan yakni Jumat (19/01) pukul 17.00 Wib, telah terkumpul 549 nama yang mendukung petisi ini. Adanya nama-nama tersebut bagi kami telah cukup menjadi bukti bahwa publik pelaku dan pemerhati sastra Indonesia masih menaruh harapan besar akan kesusastraan yang bersih dari praktik-praktik penggelapan sejarah, pembodohan, pengeliruan definisi-definisi ilmiah, dan segala praktik manipulatif lain dalam kesusastraan Indonesia.

PENYAIR MUDA INDONESIA
Narahubung:
Ramoun Apta (+62 813-7324-3688)
Kim Al Ghozali (+62 838-3300-2119)
Ida Fitri (+62 823-6472-2724)
Rini Febriani Hauri (+62 853-6742-0733)
PETISI MENOLAK PROGRAM PENULISAN BUKU PUISI ESAI NASIONAL DENNY J.A.


Terkait Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional yang digagas Denny Januar Ali, selanjutnya disingkat DJA, yang rencananya melibatkan 170 penulis, penyair, jurnalis, dan peneliti di 34 propinsi di Indonesia, kami memandang program tersebut bermasalah karena sebab-sebab berikut:


1.     Klaim puisi esai sebagai genre baru yang dipelopori DJA adalah penggelapan sejarah.

Puisi Esai menurut Thomas Gray (http://www.thomasgray.org/resources/gllitterms.shtml) adalah komposisi ekspositori pendek dalam puisi, yang biasanya ditujukan untuk khalayak umum.

Dalam sejarah kesusastraan dunia, Alexander Pope, penyair Inggris Abad XVIII, telah menuliskan bentuk semacam ini dalam buku berjudul "An Essay on Man". Pope menuliskan esai filosofis dengan bentuk puisi, menggunakan kuplet dengan pentameter iambik. Terdiri dari empat epistel (bab) yang membicarakan pelbagai topik tentang kemanusiaan.

Fakta ini meruntuhkan klaim DJA dalam kata pengantar proyek buku puisi esainya yang pertama, "Atas Nama Cinta" yang dikutipkan sebagai berikut:

"Kebutuhan ekspresi kisah ini membuat saya memakai sebuah medium yang tak lazim. Saya menamakannya “Puisi Esai”. Ia bukan esai dalam format biasa, seperti kolom, editorial atau paper ilmiah. Namun, ia bukan juga puisi panjang atau prosa liris. Medium lama terasa kurang memadai untuk menyampaikan yang dimaksud."
(Denny JA, 2012:11)

Kecacatan klaim tersebut rupanya tidak menghentikan DJA untuk kembali mendorong paksa konsep puisi esai yang bermasalah tersebut ke dalam lingkungan pembicaraan sastra dan sastrawan Indonesia melalui Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional yang digagasnya.


2.     Puisi Esai DJA bukanlah puisi esai. 

DJA bersikeras menyebut bentuk yang digagasnya sebagai puisi esai, padahal karakteristik yang dipakai adalah karakteristik puisi naratif, dengan plot, tokoh, dan ceritanya. Catatan kaki yang disyaratkan sebagai ciri ke-esai-an puisi esai juga bukan ciri utama atau keharusan esai. Esai kerap tak memiliki catatan kaki. Mendukung program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA sama artinya dengan mendukung kekeliruan definisi dan konsep tersebut, yang pada gilirannya merupakan tindak perusakan sastra sebagai kajian keilmuan.


3.     Rekam jejak penggagasnya yang bermasalah.

Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional ini bukanlah proyek pertama yang pernah dibuat  DJA. Sebelumnya, DJA mensponsori proyek penulisan sebuah buku berjudul “Membawa Puisi Ke Tengah Gelanggang” yang sarat glorifikasi akan peran DJA sendiri dalam kesusastraan Indonesia. Buku yang penggarapannya ia serahkan kepada Narudin Pituin, seorang finalis Duta Bahasa yang kerap mendaku sebagai kritikus meski kompetensi dan kredibilitasnya dalam lapangan kritik sastra sendiri masih dipertanyakan banyak pihak. Buku tersebut dibagi-bagikan gratis kepada sejumlah sastrawan, yang kemudian berujung pada pengembalian buku yang dimaksud oleh sebagian penerimanya sebagai bentuk protes.

Sebelumnya lagi, DJA terlibat dalam penyusunan buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” yang penuh kontroversi. Buku yang secara bias telah menyejajarkan DJA sendiri dengan nama-nama penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia seperti: Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, HB Jassin dan lain-lain. 

Dapat dikatakan DJA telah berkali-kali melakukan upaya perusakan sistematis terhadap sastra Indonesia dan pelecehan terhadap kerja-kerja kesusastraan.

Berdasarkan alasan-alasan di atas, kami, para pelaku dan pemerhati sastra Indonesia, mengajukan petisi sebagai berikut:

1)    Menolak Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional Denny J.A.
2)    Menolak semua proyek serupa yang sifatnya merusak sastra Indonesia dan membodohi masyarakat, baik itu yang digagas DJA maupun pihak-pihak lain.
3)    Menuntut DJA menghentikan Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional
4)    Menyerukan kepada semua yang terlibat dalam Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA untuk mengundurkan diri, membatalkan kontrak, dan mengembalikan honor. Bila membutuhkan bantuan terkait prosesnya, akan kami upayakan mencari jalan keluar bersama.
5)    Menyerukan kepada komunitas-komunitas sastra di seluruh Indonesia untuk menangkal Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA dan mencegah anggota komunitas masing-masing terlibat dalam proyek buku puisi esai dimaksud.


Jakarta, 17 Januari 2018


Narahubung:

Ramoun Apta           +62 813-7324-3688
Kim Al Ghozali         +62 838-3300-2119
Ida Fitri                       +62 823-6472-2724
Rini Febriani Hauri  +62 853-6742-0733


Penandatangan Petisi:


A. Farid Fakih – Jawa Timur
A. Nabil Wibisana – Nusa Tenggara Timur
Aang A.K – Jakarta
Abdul M. Djou – Nusa Tenggara Timur
Abdullah Salim Dalimunthe – Bandung, Jawa Barat
Abu Rahmat – Aceh
Abu Wafa – Jawa Timur
Achmad Ubaidillah Albantany – Banten
Adam Makatita – Maluku
Adam Yudhistira – Sumatera Selatan
Ade Ubaidil – Banten
Adelia Berliani H P – Yogyakarta
Aditya Putra Pidada – Bali
Aditya Warman – Jakarta
Adri Lubis – Sumatera Utara
Agung Wicaksana – Jawa Timur
Agung Yuli TH – Jawa Timur
Agus R Subagyo – Jawa Timur
Agus Salim – Jawa Timur
Agustinus "Gus Noy" Wahyono – Kalimantan Timur
Ahadul Fauzi Ahmady – Jawa Tengah
Ahda Imran – Bandung, Jawa Barat
Ahmad Fauzan Al Fatih – Malang, Jawa Timur
Ahmad Rifai – Banten
Ahmad Yulden Erwin – Lampung
Aji Sucipto – Banten
Aka Sylvie Tania – Jawa Timur
Akhsanul Iman – Sulawesi Selatan
Al Gifari – Banten
Aldiansyah MF – Gorontalo
Aldy Istanzia Wiguna – Jawa Barat
Alexander Gebe – Lampung
Alfian Dippahatang – Sulawesi Selatan
Alfiandana Susilo Aji – Jawa Tengah
Alfin Rizal – Jawa Tengah
Ali Arsy – Kalimantan Timur
Ali Munir S. – Jawa Timur
Alice Putri Prawira – Jakarta
Alif Raung Firdaus – Jawa Timur
Allia Puput – Sumatera Utara
Alwi Harianto – Jawa Timur
Alya Salaisha – Bekasi, Jawa Barat
Ama Achmad – Sulawesi Tengah
Amalia Fasya – Sumatera Utara
Amrin Zuraidi Rawansyah – Kalimantan Barat
Amrullah Are P. – Sumatera Utara
Anaci Tnunay – Nusa Tenggara Timur
Ancy Gasu – Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Andhika Budi Pratama – Banten
Andini Nafsika – Sumatera Barat
Angga Kusumadinata – Jawa Barat
Angga Wynda Perdana – Jawa Barat
Anis Safitri – Jawa Timur
Anna Wandira – Kalimantan Timur
Annisa M Adlani – Banten
Annisa Rakgmadini – Jawa Timur
Arbi Tanjung – Sumatera Barat
Arco Transept – Sumatera Selatan
Ardian Pratama – Riau
Aries Pidrawan – Bali
Arif Fitra Kurniawan – Jawa Timur
Arif Hukmi – Sulawesi Selatan
Arif Khilwa – Pati, Jawa Tengah
Aris Abeba – Riau
Aris Rahman – Jawa Timur
Arliza Septian – Jawa Timur
Arman AZ – Lampung
Armin Bell – Nusa Tenggara Timur
Armyanto Guci – Sumatera Barat
Arnata Pakangraras – Jakarta
Arther P Olii – Sulawesi Utara
Arumida – Jawa Tengah
Aryan Futra – Jambi
Asef Saeful Anwar – Yogyakarta
Ashari Ramadana T – Sulawesi Selatan
Aslan Abidin – Sulawesi Selatan
Asrizal Nur – Jawa Barat
Asti Na – Yogyakarta
Asti Pratiwi – Sulawesi Selatan
Astrajingga Asmasubrata – Jawa Barat
Ayu Cipta – Tangerang, Banten
Ayu Listari – Riau
Azhari Aiyub – Aceh
Azizah Masdar – Riau
Azure Azalea – Sulawesi Selatan
Azzam Muhammad Periz Malki – Kalimantan Barat
Baboh Lazurra – Bekasi, Jawa Barat
Bagus Dwi Hananto – Jawa Tengah
Baldi Arezky – Jambi
Bambang Kariyawan – Riau
Bandi Robi - Jakarta
Batara Al Isra – Sulawesi Selatan
Bela Janare Putra – Sumatera Selatan
Bernando J. Sujibto – Jawa Timur
Berto Tukan – Jakarta
Berty Sinaulan – Jakarta
Bonk Ava – Bali
Boy Riza Utama – Riau
Bram Ricky Aginta – Sumatera Utara
Bresman Marpaung – Sumatera Selatan
Buana KS – Jambi
Budi Hutahusut – Kota Metro, Lampung
Budi Saputra – Sumatera Barat
Budy Utamy – Riau
Buset – Bekasi, Jawa Barat
Cahaya Muslim P S – Jawa Barat
Cahya Mohamad Rizki – Jawa Barat
Cahya Ridlo Gusti – Yogyakarta
Candra Dalila – Gorontalo
Cevi Octobeary – Jakarta
Chai Siawandi – Kalimantan Timur
Christin Natalia Adal – Nusa Tenggara Timur
Cici Ndiwa – Nusa Tenggara Timur
Cyprianus Bitin Berek – Nusa Tenggara Timur
D. Purnama – Mempawah, Kalimantan Barat
Dadang Ari Murtono – Jawa Timur
Dadi Naang – Kalimantan Barat
Dafrika Doni – Sumatera Barat
Dahlia Rasyad – Sumatera Selatan
Dalasari Pera – Sulawesi Selatan
Daruz Armedian – Jawa Timur
Daviatul Umam – Jawa Timur
Dede Supriatna – Jawa Barat
Dedi Lolansolot – Nusa Tenggara Timur
Dedy Tri Riyadi – Jakarta
Dellorie Ahada – Sumatera Barat
Denni Meilizon – Sumatera Barat
Denny Mizhar – Jawa Timur
Derry Saba – Nusa Tenggara Timur
Devani Adinda – Tangerang
Devin Nodestyo – Lampung
Dewi Indra Puspitasari – Jawa Timur
Dewi Nova – Banten
Dewi Salistiawati W – Depok, Jawa Barat
Dheni Kurnia – Riau
Dian Erika – Jawa Timur
Dian Rusdiani – Bekasi, Jawa Barat
Dicky Armando – Kalimantan Barat
Dimas Indiana Senja – Jawa Tengah
Dimas Radjalewa – Nusa Tenggara Timur
Dina Anggraini – Sumatera Selatan
Dino Umahuk – Maluku Utara
Dita Shakina – Sumatera Utara
Djemi Radji – Gorontalo
Dody Kristianto – Banten
Dunstan Obe – Nusa Tenggara Timur 
Dwi Anggraini – Jambi
Dwi Ariyantoni – Yogyakarta
Dwi Cipta – Yogyakarta
Dwi Firda Aulia – Jambi
Ecko Saputra Poceratu – Maluku
Edeng Syamsul Ma'arif – Jawa Barat
Edi Pramduane – Jawa Barat
Edy Firmansyah – Madura, Jawa Timur
Edy Samudra Kertagama – Lampung
Eghe La U Taher – Buteng, Sulawesi Tenggara
Eimond Esya – Jakarta
Eka Prawira – Jakarta
Eko Bastra – Jawa Tengah
Eko Darmoko – Jawa Timur
Eko S. Ayata – Jambi
Eko Setyawan – Jawa Tengah
Ellen Wanodya Ghati – Jawa Timur
Emong Soewandi – Bengkulu
Enny Maryani S – Jambi
Eric Lofa – Nusa Tenggara Timur
Erich Langobelen – Nusa Tenggara Timur
Erlangga EF – Jawa Timur
Erni Widiyawati – Jawa Tengah
Erwan Susanto – Jawa Timur
Ester S H Simanjuntak – Sumatera Utara
Esthi Ayu – Banten
Ewith Bahar – Jakarta
F. Daus AR – Sulawesi Selatan
Faisal Oddang – Sulawesi Selatan
Fajar Kelana – Roma, Italia.
Fajar Saeful Rohim – Jawa Timur
Fajar Timur – Banten
Faris Bobero – Maluku Utara
Farisi Al – Jawa Timur
Farra Yanuar – Bandung, Jawa Barat
Fatah Anshori – Jawa Timur
Fathulrachman – Sulawesi Selatan
Fathur Rohim Syuhadi – Jawa Timur
Fatimah Putri S.F – Jawa Timur
Febrianiko Satria – Jambi
Felice Keraf – Nusa Tenggara Timur
Felix Nesi – Nusa Tenggara Timur
Ferry – Sumatera Selatan
Fika anggi – Jawa Timur
Fitrah anugrah – Jawa Timur
Fitri Diyah – Jawa Tengah
Fuad Hasan – Sulawesi Barat
Fyan Fendi – Jawa Barat
Galeh Pramudianto – Tangerang Selatan
Ganjar Sudibyo – Jawa Tengah
Gilang Perdana – Jawa Tengah
Gita FU – Jawa Tengah
Gita Pratama – Jawa Timur
Giyanto Subagio – Jakarta
Glind Nasution – Jakarta
Goenawan Monoharto – Sulawesi Selatan
Gunawan Budi Santoso – Jawa Tengah
Gunawan Tri Atmodjo – Jawa Tengah
Gusty Fahik – Nusa Tenggara Timur
Hadi Sastra – Banten
Halim Bahriz – Jawa Timur
Hamdani – Sumatera Barat
Hamzah Gazali Said – Sumatera Selatan
Handoko F. Zainsam – Jakarta
Hani Hanifah – Jawa Barat
Hanna Yohanna – Jawa Timur
Harie Khairiyah – Aceh
Harry Isra – Sulawesi Selatan
Hary B Koriun – Riau
Hasan Aspahani – Jakarta
Hasan Basri – Yogyakarta
Hasan Bisri BFC – Jawa Barat
Hasan Gauk – Lombok, Nusa Tenggara Barat
Hasta Indriyana – Jawa Barat
Hazana Itriya – Jakarta
HB. Arafat – Jawa Tengah
Hendra Alwarits – Sulawesi Tengah
Hendra Purnama – Kalimantan Timur
Herdina Primasanti – Jawa Barat
Herdini Primasanti – Jawa Barat
Herdoni Syafriansyah – Sumatera Selatan
Herman RN – Aceh
Hernandes Ade Putra – Bengkulu
Hernowo Banyuaji – Jawa Tengah
Heru Joni Putra – Depok, Jawa Barat
Hidayatul Khomaria – Jawa Timur
Hikmat Gumelar – Jawa Barat
Himas Nur – Jawa Tengah
Hudan Nur – Kalimantan Selatan
Husni Mubarak – Kalimantan Barat
Husnizar Hood – Kepulauan Riau
Ibe S. Palogai – Makassar
Ida Fitri – Aceh
Ikal Hidayat Noor – Jawa Timur
Ikhlas AF Rumalessin – Ambon, Maluku
Ilvi Nurdiana – Mojokerto, Jawa Timur
Ilwan Dwi Cahyo – Probolinggo, Jawa Timur
Imam Budiman – Kalimantan Timur
Imam Mudofar – Jawa Barat
Imran Laha – Jawa Barat
Indah Larassati – Bengkulu
Inggit Putria Marga – Lampung
Intan Larassati – Bengkulu
Ira Esmiralda – Bangka Belitung
Irpan Giri H. – Jawa Barat
Irwan Bajang – Yogyakarta
Isom Rusydi – Jawa Timur
Ivo Trias J – Kalimantan Barat
Iyut Fitra – Payakumbuh, Sumatera Barat
Jabbar Abdullah – Jawa Timur
Jamil Abdul Aziz – Jakarta
Jamil Massa – Gorontalo
Jauhar R – Banten
JC Pramudia Natal – Ciputat, Banten
Jein Oktaviany – Jawa Barat
Jihan Suweleh – Jakarta
Jimmy S. Mudya – Pontianak, Kalimantan Barat
Joel Pasbar – Sumatera Barat
Johan Risfiansyah – Jawa Barat
Julaiha S. – Sumatera Utara
Juli Ishaq – Sumatera Barat
Juli Prasetya Alkamzy – Jawa Tengah
Jumadi Zanu Rois – Riau
Jumari HS – Kudus, Jawa Tengah
Junaidi Khab – Sumenep, Madura, Jawa Timur
Juperta Panji Utama – Lampung
Kafi Ekayasa – Jakarta
Kamsah – Makassar
Kardanis Muda Wijaya – Bali
Kedung Darma Romansha – Yogyakarta
Ken Hanggara – Jawa Timur
Khairur R Bunang – Sumenep, Madura, Jawa Timur
Khanafi – Jawa Tengah
Khodyani Achmad – Banten
Khotibul Iman – Jawa Tengah
Kiki Sulistyo – Nusa Tenggara Barat
Kim Al Ghozali – Bali
Kojel Put On – Banten
Komang Ira Puspitaningsih – Yogyakarta
KoniginDerRosen – Jawa Barat
Kunni Masrohanti – Riau
Kurnia Hadinata – Sumatera Barat
Kurniawan Yunianto – Jawa Tengah
Lacahya – Jawa Tengah
Lady Charinda – Sumatera Selatan
Lailatul Kiptiyah – Nusa Tenggara Barat
Langit Amaravati – Jawa Barat
Larasati Sahara – Aceh
Larasia Febriza – Sumatera Selatan
Laura Rafti – Riau
Lidia Tokan – Nusa Tenggara Timur
Lisa Armenia NA – Jawa Timur
Lisma Laurel – Jawa Timur
Liya Maulidianti – Mataram, Nusa Tenggara Barat
Lutfi Mardiansyah – Jawa Barat
Luthfi Akbar Fahriza – Jawa Barat
M Rosyid Husnul Waro'i – Jawa Timur
M. Abdurrahman – Jawa Barat
M. Iqbal Maulana – Jawa Timur
M. Sohib – Malang, Jawa Timur
M. Zainul Kirom – Nusa Tenggara Barat
M.Z. Affan – Jawa Timur
Made Adnyana Ole – Bali
Mahdi Idris – Aceh
Mahfud RD – Jawa Timur
Maidi Abe – Jawa Timur
Marhalim Zaini – Riau
Mariati Atkah – Sulawesi Selatan
Marina Novianti – Sumatera Utara
Mario Hikmat – Sulawesi Selatan
Mario Lawi – Nusa Tenggara Timur
Marthen Reasoa – Maluku
Martin – Jambi
Mas Ruscitadewi – Bali
Mashdar Zaenal – Jawa timur
Maulana Satrya Sinaga – Sumatera Utara
Maulidan Rahman Siregar – Sumatera Barat
Maymoon Nasution – Pekanbaru
Mazka Hauzan Naufal – Jawa Tengah
Mei Elvina – Jawa Barat
Meiby Yohannalisa – Jambi
MH Kholis – Pamekasan, Madura, Jawa Timur
Mia Indria – Jawa Barat
Miko Waldufri – Sumatera Barat
Mirna Ningrum – Jambi
Moch. Ramlin – Nusa Tenggara Barat
Mochamad Afrizal – Jawa Tengah
Mohammad Ali Tsabit – Jawa Timur
Mohammad Arfani – Sumatera Selatan
Mohammad Chandra Irfan – Jawa Barat
Mohammad Kholili – Jawa Timur
Morika Tetelepta – Maluku
Muhajir MA – Sulawesi Selatan
Muhamad Arifin – Jawa Tengah
Muhammad Asqalani eneste – Riau
Muhammad Fadhli – Sumatera Barat
Muhammad Farrid Wijaya – Jawa Timur
Muhammad Ikhsan – Sumatera Utara
Muhammad Khadafi – Jakarta
Muhammad Lefand – Jawa Timur
Muhammad Rois Rinaldi – Banten
Muhammad Sadli – Kalimantan Timur
Musylia Nurfadhlia – Sulawesi Selatan
Mutiara Putri Dhamastuty – Jawa Tengah
N Shalihin Damiri – Jawa Timur
N. Eka P. – Banten
Nadila D. – Jawa Barat
Najla Anissa Fatin – Sumatera Barat
Nanang Suryadi – Jawa Timur
Naomi Hutahuruk – Jambi
Nasrulloh Habibi – Jawa Timur
Naufal Al Mahrosi – Sumenep, Jawa Timur
Nazratul Putri – Jambi
Noer Listanto Alfarizi – Jawa Barat
Norma Eka – Yogyakarta
Norrahman Alif – Jawa Timur
Novhelis Sandra Borty – Jambi
Novita Sari – Jambi
Nunuk Priyati – Yogykarta
Nur Adelia – Sulawesi Selatan
Nurdiansyah Oemar – Riau
Nurkhalida Alfaini – Jawa Barat
Nurul Mutmainnah – Sulawesi Tenggara
Obe Ahmad Marzuki – Bali
Okta Piliang – Sumatera Barat
Olive Hateem – Sumatera Selatan
Onald Baruk – Nusa Tenggara Timur
Panji Aswan – Kalimantan Timur
Pendi Murdani – Sumatera Selatan
Pieter P Pureklolong – Kepulauan Riau
Pilo Poly – Aceh
Pradewi Tri Chatami – Bandung, Jawa Barat
Pramesa Nairma – Tangerang, Banten
Pringadi A. S. – Sumatera Selatan
Pujo Warsito – Jawa Barat
Puput Amiranti – Jawa Timur
Putra Niron – Nusa Tenggara Timur
Putra Zaman – Sumatera Selatan
Putri Mawadah – Banten
Quidora Soera – Nusa Tenggara Timur
Ragil Sukriwul – Kuanheun, NTT
Rahman El Hakim – Jawa Timur
Rahmatia Mohamad – Gorontalo
Rahmi Fataya – Banten
Rajif Duchlun – Maluku Utara
Raka Prama Putra – Bali
Rama Aditya Putra – Jawa Barat
Ramon Damora – Kepulauan Riau
Ramoun Apta – Jambi
Rani Amalia Busyra – Sumatera Selatan
Redovan Jamil – Sumatera Barat
Refdinal Muzan – Sumatera Barat
Rendy Wijaya – Kalimantan Timur
Rendy Wijaya – Yogyakarta
Rendy Yulandri – Sumatera Utara
Revalino Baripon Nepa – Maluku
Ria Try Fitriana – Nusa Tenggara Timur
Rick Monintja – Gorontalo
Ricky A. Manik – Jambi
Ricky Ulu – Nusa Tenggara Timur
Rido Arbain – Sumatera Selatan
Rifat Khan – Nusa Tenggara Barat
Rifki Syarani Fachry – Jawa Barat
Rifqi Ajmaen – Jawa Timur
Riki Kurnia – Tasikmalaya, Jawa Barat
Riki Rinaldi – Jawa Barat
Riki Utomi – Riau
Rinda Harmanita – Sumatera Selatan
Rini Febriani Hauri – Jambi
Rini Intama – Banten
Rinidiyanti Ayahbi – Jakarta
Rio Fitra SY – Sumatera Barat
Rio Rinaldi – Padang, Sumatera Barat
Ririe Rengganis – Jawa Timur
Risa Mutia – Jambi
Risna Sanbe – Jakarta
Riza Febrianp – Jawa Barat
Riza Hamdani – Jawa Barat
Rizki Amelia Puriani – Jawa Timur
Rizky Aditya F. – Malang, Jawa Timur
Rm Amanche Frank Oe Ninu – Nusa Tenggara Timur
Robby Julianda – Sumatera Barat
Rocheline Jasmine – Jakarta
Roesda Leikawa – Maluku (Ketua WPI Cab. Ambon)
Roymond Lemosol – Maluku
Rudi Fofid – Maluku
Rudi Syarif – Medan, Sumatera Utara
Rukmi Wisnu Wardani – Jakarta
Ruly R – Jawa Tengah
Rusliadi Darwis – Sulawesi Selatan
Rustam Bostan – Sulawesi Selatan
S Marindra – Sulawesi Selatan
Safar Banggai – Sulawesi Tengah
Safri Naldi – Bandung
Sahadewa – Nusa Tenggara Timur
Said Lutfi AlMahdaly – Bula, Maluku
Sakinah Sudin – Sulawesi Selatan
Sakti Ramadhan – Banten
Sam Haidy – Jawa Barat
Samsir Marangga – Sulawesi Tenggara
Samsudin Adlawi – Jawa Timur
Sandi Firly – Kalimantan Selatan
Sanusi Pane – Jambi
Sarah Arumanita – Jakarta
Sartika Sari – Sumatera Utara
Sastika Noela – Kalimantan Timur
Satria Semadi – Nusa Tenggara Timur
Sengat Ibrahim – Jawa Timur
Septa Ardhya Pramesta Chandrani – Jawa barat
Setyowati Wulandari – Jawa Tengah
Shinta Febriany – Sulawesi Selatan
Sihar Ramses Simatupang – Jakarta
Sindu Putra – Mataram, Nusa Tenggara Barat
Sinta Ridwan – Jawa Barat
Siska Nahla Padilla – Jawa Barat
Siti Nuzulia Regar – Jawa Barat
Soni Tri Harsono – Jawa Tengah
Sonny Lamoren – Nusa Tenggara Timur
Sony Sirait – Sumatera Utara
Sosiawan Leak – Solo, Jawa Tengah
Sri Wahyuni – Jawa Barat
Sugianto ‘Gie’ – Jambi
Suhanggono – Jawa Tengah
Sulthan Indra Muhidin – Sumatera Barat
Sumatri Widatdo – Riau
Sunaryo JW – Sumatera Utara
Sunlie Thomas Alexander – Yogyakarta
Supri Gantu – Sulawesi Utara
Surya Gemilang – Bali
Sutono – Tegal
Syaifuddin Gani – Kendari, Sulawesi Tenggara
Syaiful Arifin – Nusa Tenggara Barat
Syaihun – Sampang, Madura, Jawa Timur
Syarif Aliza – Aceh
Syukri Jundi – Sumatera Utara
Tajullail Dasuqi – Jawa Timur
Taufig Agung Sinaga – Jakarta Selatan
Taufik Ikram Jamil – Riau
Tegar Putra Adi Nugraha – Jawa Tengah
Teuku Abie Yoes – Aceh
Tiara Purnamasari – Jawa Barat
Tio Agung Rianto – Sumatera Utara
Tirena Oktaviani – Jawa Barat
Titan Sadewo – Sumatera Utara
Titi Aoska – Jakarta
Titin Jene – Nusa Tenggara Timur
Titis Wahyudi – Jawa Tengah
Tjahjono Widarmanto – Jawa Timur
Tjak S Parlan – Nusa Tenggara Barat
Topik Mulyana – Jawa Barat
Toto ST Radik – Banten
Tri Wibowo – Jawa Barat
Trip Umiuki – Tangerang, Banten
Ubai Dillah Al Anshori – Sumatera Utara
Ulil Ayidi – Jakarta
Ulum Bidari – Sumatera Selatan
Umar Fauzi Ballah – Jawa Timur
Ummi Azizah – Jawa Barat
Unu Ruben Paineon – Nusa Tenggara Timur
Uwin Mokodongan – Kotamobagu, Sulawesi Utara
Valentina Edellwiz Edwar – Bengkulu
Varli Pay Sandi – Pontianak
Ve Somantri – Jawa Barat
Vera Hastuti – Aceh
W. Haryanto – Jawa Timur
W.N. Rahman – Jawa Timur
Wahyu Fauzi Marpaung – Pematang Siantar, Sumatera Utara
Wahyu Gandi G – Sulawesi Selatan
Wahyu Wibowo – Sumatera Selatan
Wanda Lesmana – Sumatera Selatan
Wawan Kurniawan – Sulawesi Selatan
Wayan Jengki Sunarta – Bali
Wendy Fermana – Sumatera Selatan
Weni suryandari – Tangerang, Banten
Weny Mukaddas – Sulawesi Selatan
Wibam – Banten
Widya Wulandari – Jawa Barat
Willy Siswanto – Bangka Belitung
Wina SW – Aceh
Windy Siswanty – Jawa Timur
Wy Aprilya – Gorontalo
Yahya Aponno – Ambon
Yogira Yogaswara – Bandung, Jawa Barat
Yohanes Vianey Soda Lein – Jerman
Yohanto A. Nugraha – Jawa Barat
Yona Primadesi – Sumatera Barat
Yori Kayama – Bengkulu
Yudi Aditya Pratama – Sumatera Selatan
Yudi Damanhuri – Banten
Yudi Sharofi – Sumatera Selatan
Yuditeha – Jawa Tengah
Yulian Yan – Bengkulu
Yulizar Fadli Lubay – Lampung
Yusran Arifin – Tasikmalaya, Jawa Barat
Yusril Ihza – Surabaya, Jawa Timur
Yuumeina Ryuri – Jawa Tengah
Zaenal Radar T. – Tangerang Selatan, Banten
Zahratul Wahdati – Jawa Tengah
Zahrotul – Malang, Jawa Timur
Zham Sastera – Banten
Zul Adrian Azizam – Sumatera Barat
Zulfaisal Putera – Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Zulkifli Songyanan – Jawa Barat

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: