Oleh Tiravica Ayu P

Membuang sampah sembarangan sudah menjadi kebiasaan atau tradisi bagi sebagian masyarakat di desa suwaduk.  Dikatakan dengan kebiasaan karena memang sering terlihat banyak sekali warga yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya. Masyarakat seolah-olah tidak melihatnya dan malah membuang sampah tersebut dipinggir jalan desa.

Masyarakat yang membuang sampah tidak mengenal usia, jenis kelamin, dan status pekerjaan. Baik itu dari kalangan remaja, kalangan orangtua,  bahkan anak-anak pun sering membuang sampah sembarangan. Mungkin anak-anak tersebut membuang sampah sembarangan karena mereka melihat kebiasaan dari orangtuanya yang tidak pernah menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya sering membuang sampah sembarangan. 

Disisi lain, mereka ketika melihat orang lain yang membuang sampah sembarangan tidak ada yang menegur, bahkan mereka sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut. Dari ketidakpedulian tersebut telah menjadikan aktivitas membuang sampah itu sulit dihentikan dan lambat laun menjadi sebuah kebiasaan. 

Masyarakat menjadikan pinggir jalan sebagai tempat sampah hingga pada akhirnya banyak orang yang membuang sampah rumah tangga dengan membungkusnya di plastik besar dan dibuang dipinggir jalan desa.

Padahal seluruh masyarakat banyak yang menginginkan dan mendambakan lingkungan hidup tempat tinggal mereka itu sehat dan bersih. Namun, semua itu sepertinya hanya mimpi saja. Tentu saja itu semua hanya mimpi. Dari masyarakatnya sendiri pun tidak pernah mau menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. 

Sepertinya untuk mengatasi kebiasaan masyarakat tersebut, pemerintah desa harus melakukan sosialiasi yang rutin. Masyarakat harus belajar untuk tidak membuang sampah sembarangan di tempat manapun, baik itu di lingkungan rumah, kantor, sekolah, bahkan di pinggir jalan sekalipun. 

Masyarakat dan pemerintah desa harus bekerja sama untuk menjaga lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan lagi. Pemerintah desa juga harus membantu dalam menyediakan tong sampah untuk setiap daerah. Tong sampah  untuk sampah organik dan sampah non-organik, agar masyarakat dapat memilah sampah-sampah yang akan mereka buang nanti. 

Sementara, masyarakat membantu pemerintah desa dalam menjaga lingkungan sekitar dari sampah dengan melakukan daur ulang sampah menjadi suatu produk kreativitas. Sekarang ini banyak ibu-ibu rumah tangga yang mendaur ulang sampah menjadi barang seperti tas dan kerajinan lainnya. Daur ulang tersebut untuk mengurangi sampah yang menumpuk. 

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: