Ilustrasi Trubus.id

Oleh  Ahmad Ihbal, Muhammad Riko Rahardika Aji Putra
Mahasiswa S1 Akuntansi, konsentrasi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung

Pertumbuhan dan Pekembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM adalah sesuatu yang patut kita perhatikan dan antisipasi demi kemajuan sistem perekonomian di Indonesia. UMKM sendiri merupakan sektor yang dapat bertahan pada saat krisis ekonomi tahun 1998. Padahal sektor-sektor yang lebih besar tumbang akibat kolabsnya ekonomi tersebut. Biaya cicilan utang yang meningkat, bahan baku import yang meningkat secara drastis yang mana merupakan akibat dari nilai tukar rupiah yang merosot adalah akibat dari tumbangnya industri-industri tersebut. Lembaga keuangan perbankanpun tidak bisa lepas dari keterpurukan itu sehingga berdampak pada sistem permodalan yang ikut memburuk sehingga banyak usaha besar seperti perusahaan yang tidak bisa melanjutkan usahanya. Akan tetapi walaupun usaha-usaha besar termasuk perbankan mengalami keterpurukan, Usaha Mikro Kecil Menengah kebanyakan masih tetap mampu bertahan bahkan mengalami peningkatan (Departemen Koperasi 2008) dalam (Pratiwi dkk, 2019).

Penilaian yang dapat kita lakukan terhadap upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan ekonomi adalah seberapa baik pertumbuhan ekonomi pada era globalisasi ini. Pemerintah sendiri sangat memperhatikan Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah. Terbukti dari seriusnya pemerintah dalam memperhatikan perkembangan UMKM di Indonesia seperti menciptakan dan memberi dukungan terhadap beberapa progam yang menggunakan konsep ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan sendiri adalah sebuah gagasan terkait tujuan pembangunan termasuk cara dan sifatnya dengan sasaran utama memperbaiki nasib rakyat yang sebagian besar bertempat tinggal di Pedesaan.

UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah berdiri karena didasarkan pada keinginan manusia untuk hidup dengan kondisi ekonomi yang lebih baik. Akan tetapi kebanyakan para pelaku UMKM memiliki pola pikir (Mindset) “selama usaha masih bisa berjalan maka selama itulah keuntungan masih bisa didapatkan”. Sehingga mereka kebanyakan melakukan strategi tanpa memperhatikan hukum-hukum islam.

Dalam Islam. Segala kegiatan termasuk entrepreneur harus dilandaskan pada hukum hukum syariah yang terdapat pada Al-quran dan hadits ataupan fatwa para ulama ahli. Islam sendiri menempatkan kegiatan entrepeneur sebagai jalan yang paling bagus dalam mencari dan mendapat rezeki dari Allah SubhanahuwaTa’ala sehingga dalam pelaksanaannyapun tidak bisa dilakukan secara sembarangan seperti melakukan kecurangan dan penipuan serta riba. Islam mengajarkan dalam mencari rezeki yang terpenting adalah keberkahan yang ada didalamnya. Seorang entrepreneur yang baik adalah dia yang mampu meneladani karakteristik entrepreneur dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam. Rasulullah sendiri adalah seorang yang sukses dan religius dalam berwirausaha. Keberhasilan usahanya tersebut tidak terlepas dari akhlak-akhlak terpuji beliau.

Islam memegang konsep apa yang dilakukan di Dunia akan berdampak pada kehidupan di Akhirat. Dengan mencontoh akhlak-akhlak Rasulullah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka keselamatan dunia dan akhirat bisa dengan mudah kita peroleh. Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Surat Al Ahzab ayat 21 yang artinya “ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.(Yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (Kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa dalam Islam, keberkahan adalah hal terpenting yang harus diperhatikan dalam mencari rezeki. Sehingga penting untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam memperoleh keberkahan tersebut. Adapun aktifitas yang dapat dipraktikan dalam skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam mencapai keberkahan tersebut diantaranya adalah.

Pertama Jujur Dalam Berdagang
Tidak berusaha menutup-nutupi kekurangan barang yang diperdagangkan dan juga tidak berusaha melebih-lebihkannya. Selalu menjelaskan kondisi barang sesuai realita yang ada. Dalam islam kejujuran itu sangat penting. Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu berkata jujur dalam firman surat Al-Ahzab ayat 70 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”

Kedua Menjual barang yang baik dan halal
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 168 yang artinya “Wahai manusia, makanlah apa yang ada dimuka bumi yang halal dan baik,dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. Melihat ayat tersebut sudah seharusnya sebagai pengusaha hanya menjual barang yang baik dan halal. Halal dari cara mendapatkannya, cara menjualnya dan baik keadaannya. Tidak menjual barang hasil riba, hasil mencuri, hasil menipu dan juga tidak menjual barang yang ada cacatnya.

Ketiga Tidak Curang Dalam Berdagang
Surat Al-mutaffifin ayat 1 sampai 3 memberi penjelasan firman Allah SWT tentang kecelakaan besar bagi setiap orang yang melakukan kecurangan dalam bermuammalah. Seperti melebihkan atau mengurangi takaran/timbangan bagi orang-orang tertentu saja. Dengan kata lain tidak berlaku adil. Dari ayat tersebut seharusnya sebagai seorang yang beriman dan bertaqwa. Dalam bertransaksi tidak melakukan kecurangan dengan bentuk dan alasan apapun.

Keempat Tidak Mengandung Unsur Riba
Allah melarang riba dalam firman-Nya “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman

Kelima adalah membayar gaji dan upah kepada para karyawan tepat waktu
Rasulullah bersabda yang artinya “Berikanlah upah kepada karyawan, sebelum kering keringatnya” (HR. Ibnu Majah). Sabda Rasulullah tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa seyogyanya kita tidak menunda-nunda dalam membayar upah. Hikmah dari hal tersebut karyawan akan lebih semangat dan termotivasi untuk bekerja lebih rajin

Keenam Menunaikan ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah)
Zakat berfungsi sebagai untuk membersihkan dan mensucikan dosa dosa yang telah kita perbuat sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-taubah ayat 103 yang berarti “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Uraian diatas adalah berberapa hal yang bisa diterapkan dalam berentrepreneur. Masih banyak contoh akhlak yang bisa kita tiru. Islam sangat mengutamakan Akhlak para pengikutnya. Akhlak juga yang menjadi salah satu alasan Nabi Muhammad di utus kepada umat manusia sebagaimana dalam sebuah Hadits Riwayat Imam Baihaqi yang artinya “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak”

DAFTAR PUSTAKA
Alhifni A dan Usniah S. (2017). “Karakteristik Rntrepreneur Syariah pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bogor”. Fakultas Ekonomi Islam. Universitas Djuanda
Anggraini S.A. (2016). “Peran Etika Bisnis Islam Terhadap Kinerja Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Pangan di Kota Bogor”. Departemen Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.[SKRIPSI]
Gunawan K. (2018) “ Peran Studi Kelayakan Bisnis Dalam Peningkatan UMKM”  Institut Agama Islam Negeri Kudus


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: