Semarang, Koranpati.com - Wakil Sekretaris PWNU Jateng, Iman Fadhilah, menegaskan bahwa PW IPNU Jawa Tengah harus menjadikan IPNU sebagai tumpun awal penjaga Aswaja.

Selain Iman Fadhilah, agenda ini juga hadirkan pembicara lain, Muh Zen Adv Anggota Komisi E DPRD Jateng, H Tino Indra Ketua DPD KNPI Jateng, H M Faojin Ketua Pergunu Jateng, serta Ketua PW IPNU Jateng Ferial Farkhan Ibnu Akhmad. Dari kalangan peserta hadir perwakilan Jajaran Pengurus Pimpinan Komisariat Perguruan Tingi (PKPT) IPNU Kampus-kampus di Ibukota Provinsi Jawa Tengah.

"Kami berharap besar bahwa segenap kader dan pengurus IPNU Jateng untuk jdi garda terdepan dalam menjaga aqidah ahlus sunnah wal jamaah an anhdliyah, karena tidak kami pungkiri, bahwa generasi pelajar dan muda sanagt rentan dipengaruhi dengan indoktrinasi radikalisme dan anti nasionalisme terhadap bangsanya," kata Iman Fadhilahdalam sesi Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh PW IPNU Jateng di Merak Room Hotel Muria Semarang, Sabtu (25/5/2019) yang dilanjutkan dengan buka bersama.

Pihaknya juga menyoroti maraknya situs berita yang secara afiliasi memiliki ikatan dekat dengan organisasi pendukung radikalisme. "Atas kerja-kerja didunia internet oleh PW IPNU Jateng kami sangat apresiasi, utamanya melalui portal online ipnujateng.or.id, jaga konsistensi itu" Tegas Iman yang juga Akademisi di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

"Perkembangan Organisasi Pelajar di Sekolah yang berkedok kegamaan perlu menjadi sorotan banyak pihak, utamanya pegiat NU yang terlibat aktif di dunia pendidikan. Terlebih akses informasi dan komunikasi tidak terbendung, bahkan kami mengalami langsung, ada anak didik kami yang pamit orang tuanya di Jakarta untuk ke Semarang, suatu ketika orang tua telpon dan mempertanyakan anak yang bersangkutan, ternyata ia belum ke pondok, akhirnya dicari dan anak akhirnya balik, dari ceritanya ia bilang dAri Solo," papar dia.

Namun pengamatan kami pasca dari Solo, kata dia, perangainya berubah dan nampak seperti orang linglung ditanya tidak mau jawab dengan lugas dan bahkan sering membenturkan kepalanya sendiri ke tembok, kami mencurigai ia terkena brainwash.

"Maka potensi indoktrinasi radikalisme tersebar dimanapun dan menyasar kalangan pelajar dan muda" Papar Iman yang juga aktif mengelola Yayasan Pendidikan Islam Taqwa Illah di Meteseh Semarang. (KP99.A Halim Solkan)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: