Oleh Etik Ratnawatiningsih

Mahasiswa Prodi PIAUD INISNU Temanggung 

Saintifik berasal dari Bahasa Inggris Scientific yang berarti ilmiah,yaitu bersifat ilmu,menginspirasi sedangkan approach yang berarti pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi,menguatkan dan melatari pemikiran tentang sesuatu.Pendekatan saintifik (scientific approach) adalah model pembelajaran yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data kemudian mengkomunikasikan (Kemendikbud, 2014).

Menurut Seefeldt dan Barbour (1994:490-492) menyebutkan bahwa kemampuan sains proses pada anak usia dini,diantaranya:kemampuan mengamati,mengklasifikasikan,menarik kesimpulan,mengkomunikasikan dan mengaplikasikannya berdasarkan pengalaman sains yang diperolehnya.Sains dapat mengajak anak berpikir kritis,karena dengan sains anak tidak begitu saja menerima atau menolak sesuatu.

 

Tujuan pendekatan saintifik dalam pembelajaran antara lain untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik,membentuk kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara sistematik, menciptakan kondisi pembelajaran supaya peserta didik merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, melatih peserta didik dalam mengemukakan ide-ide,meningkatkan hasil belajar peserta didik dan mengembangkan karakter peserta didik.Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik diarahkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah (dengan banyak menanya), bukan hanya menyelesaikan masalah dengan menjawab saja.Proses pembelajaran diharapkan diarahkan untuk melatih berpikir analitis (peserta didik diajarkan bagaimana mengambil keputusan) bukan berpikir mekanistis (rutin dengan hanya mendengarkan dan menghafal semata).

 

Langkah-langkah pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran meliputi mengamati (observing),menanya (questioning),mencoba (experimenting),mengolah data atau informasi dilanjutkan dengan menganalisis,menalar(associating)dan menyimpulkan,menyajikan data atau informasi (mengkomunikasikan),dan menciptakan serta membentuk jaringan (networking).Dalam kurikulum 2013 PAUD(Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014)pendekatan Saintifik meliputi kegiatan mengamati,menanya,mengumpulkan informasi,menalar dan mengkomunikasikan,sama dengan menurut Daryanto(2014).Guru akan membiarkan anak dan memberikan kesempatan bagi anak untuk mencoba, mengeksplorasi dan menggunakan berbagai obyek atau bahan dengan cara yang beragam.Sebagai pembelajaran yang aktif,anak akan mengamati,menanya,mengumpulkan Informasi,menalar dan kemudian mengkomunikasikannya.

Penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran sains anak usia dini akan membantu anak untuk mengembangkan kemampuannya dalam berbahasa.Kemampuan anak dalam mengungkapkan bahasa tidak lepas dari adanya faktor lingkungan yang membantu dan memberikan peran yang maksimal. Faktor lingkungan ini salah satunya adalah diterapkannya pendekatan saintifik sehingga anak lebih berperan aktif dalam mengungkapkan pendapat mereka ketika pembelajaran berlangsung.Guru yang bertugas sebagai fasilitator memberikan kesempatan pada anak untuk belajar dan mengalami sendiri pengetahuannya melalui berbagai eksplorasi kegiatan sehingga kemampuan berbahasa anak dapat meningkat.

Peranan guru sebagai perancana dalam pembelajaran terpadu adalah guru merencanakan suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan bersama anak didik. Bentuk-bentuk perencanaan dalam proses pembelajaran di TK adalah perencanaan tahunan,dalam perencanaan tahunan sudah ditetapkan dan disusun kemampuan keterampilan dan pembiasaan-pembiasaan yang diharapkan dicapai oleh anak didik dalam satu tahun.Perencanaan tahunan dan semester juga memuat tema-tema yang sesuai dengan aspek perkembangan anak dan minat anak serta sesuai dengan lingkungan sekolah setempat perencanaan tahunan dibuat bersama antara guru-guru dan kepala sekolah.Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema,bidang pengembangan,kompetensi dasar,hasil belajar dan indikator yang ditata secara urut, serta sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebarannya kedalam semester I dan semester II.Perencanaan mingguan (Satuan Kegiatan Mingguan)disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM).SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema.Perencanaan Harian (Satuan Kegiatan Harian)disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM).SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari. SKH terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat.makan dan kegiatan akhir.

Kegiatan awal merupakan kegiatan untuk pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain,misalnya berdoa/mengucapkan salam, membicarakan tema atau sub tema.Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dapat mengaktifkan perhatian kemampuan sosial dan emosional anak.Kegiatan ini dapat dicapai melalui kegiatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat memunculkan inisiatif,kemandirian dan kreativitas anak.Serta kegiatan yang dapat meningkatkan pengertian-pengertian,konsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik.Kegiatan inti merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara individu/kelompok.Istirahat/makan merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dengan makan,misalnya mengenalkan kesehatan makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan cuci tangan kemudian makan dan berdoa sebelum makan.Setelah kegiatan makan selesai,anak melakukan kegiatan bermain dengan alat permainan diluar kelas dengan maksud untuk mengembangkan motorik kasar anak dan bersosialisasi.

Kegiatan akhir merupakan kegiatan penenangan yang dilaksanakan secara klasikal.Kegiatan akhir yang dapat diberikan misalnya membacakan cerita dari buku,mendramatisasikan suatu cerita,mendiskusikan tentang kegiatan satu hari atau menginformasikan kegiatan esok harinya,menyanyi,berdoa dan sebagainya.Sebagai seorang perencana,guru TK harus memahami langkah-langkah perencanaan dalam pembelajaran terpadu.Sebaiknya perencana pembelajaran disusun untuk waktu tidak kurang dari dua minggu dan dapat diperluas untuk beberapa minggu setelah itu.Sebelum memulai langkah-langkah penyusunan,sebaiknya guru telah memilih dan menentukan tema serta menjabarkannya kedalam sub tema serta menentukan kemampuan yang akan dikembangkan.

Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru masyarakat dan lingkungannya.Setiap RPPM dikembangkan dari kegiatan semester,namun penyajiaannya lebih lengkap dan lebih operasional.Dalam program mingguan sudah diidentifikasi tema dan sub tema, pemetaan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai dalam satu minggu, dan muatan materi yang akan dibangun ke anak serta sejumlah aktivitas bermain sesuai dengan tema dan indikator yang akan dicapai serta penetapan media, alat dan bahan yang akan digunakan.

Perencanaan program mingguan merupakan rencana kegiatan yang disusun untuk pembelajaran selama satu minggu.Perencanaan kegiatan mingguan dapat berbentuk jaringan tema.Jaringan tema berisi projek- projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan-kegiatan pembelajaran.Pada akhir  satu atau beberapa tema dapat dilaksanakan kegiatan puncak tema yang menunjukkan prestasi peserta didik.Puncak tema dapat berupa kegiatan antara lain membuat makanan,makan bersama,pameran hasil karya,pertunjukan,pameran finger painting,dan kunjungan.

RPPH atau Rencana pelaksanaan pembelajaran harian merupakan acuan untuk mengelola kegiatan bermain dalam satu hari.Pembelajaran PAUD membutuhkan media gambar sesuai dengan kurikulum tematik seperti tema keluargaku.Guru menyiapkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran tema keluargaku sebagai contoh menebalkan kata ayah,ibu,kakek,nenek,kakak,adik,bibi dan paman.Selain itu guru bisa menyiapkan gambar antara laki-laki dan perempuan sehingga anak-anak bisa menyebutkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan.Di akhir pembelajaran guru dapat menanyakan kepada peserta didik tentang pembelajaran yang sudah dilakukan di hari itu dengan media yang ada.Jadi pembelajaran saintifik pada anak usia dini sangat bermanfaat terutama dalam perkembangan motorik anak.Pembelajaran saintifik dari menanya,mengamati,menalar,mengumpulkan informasi,dan mengkomunikasikan.

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: