Oleh: Novia Arinan Najakh

Pendidikan moral merupakan pendidikan dasar dalam memahami diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Moralitas adalah pengetahuan tentang bagaimana berperilaku dalam kehidupan ini, baik dalam konteks lokus maupun tempus tertentu. Moralitas sering kali dijadikan tolok ukur kepribadian sesorang, nilai-nilai moral dalam lingkungan diterapkan agar tercipta lingkungan yang kondusif dan tertata. menurut Ahmad Nawawi (2010: 5) pendidikan nilai moral adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh manusia (orang dewasa) yang terencana untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik (anak, generasi penerus) menanamkan ketuhanan, nilai-nilai estetik dan etik, nilai baik dan buruk, benar dan salah, mengenai perbuatan, sikap dan kewajiban; akhlaq mulia, budi pekerti luhur agar mencapai kedewasaannya dan bertanggungjawab. 

Sedangkan menurut Zakiah daradjat pendidikan agama adalah suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar dapat memahami apa yang terkandung dalam agama secara keseluruhan, menghayati makna dan maksud serta tujuan dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran agama yang dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga mendatangkan keselamatan dunia dan akhiratnya.,  Lantas kapankah waktu yang tepat untuk mulai mengajarkannya?

Pelaksanaan pendidikan moral dan agama dimulai dari lingkungan keluarga sejak anak lahir bahkan sejak anak dalam kandungan. Pendidikan sejak anak dalam kandungan diberikan melalui berbagai perilaku orang tua, salah satunya dengan memperdengarkan ucapan-ucapan baik apat mengamalkannya serta menjadikan ajaran agama kepada sang jabang bayi. Setelah anak lahir ke dunia, pendidikan pertama akan dilalui di dalam lingkungan keluarganya. Orang tua berperan sebagai guru pertama bagi anak. Tingkah laku, tutur kata, dan penampilan orang tua akan ditiru oleh anak. Seiring dengan pertambahan usianya, anak kemudian akan menjalani pendidikan di luar rumah. Di luar rumah, anak berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas dan individu yang beragam. Pelaksanaan pendidikan, baik di dalam lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga diharapkan mampu mengembangkan perilaku dan pengetahuan anak menuju ke arah yang positif.

Pendidikan moral yang diimbangi dengan pendidikan agama diharapkan mampu mengatasi krisis moral yang terjadi belakangan ini. karena pendidikan moral akan membentuk kepribadian anak dari luar sedangkan pendidikan agama membentuk kepribadian anak dari dalam. 

Anak yang hidup dalam lingkungan yang agamis akan cenderung memiliki moral yang baik, dikarenakan dalam lingkungan agamis mereka percaya bahwa segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini akan mendapat blasan di akhirat kelak, dan apapun yang kita lakukan ada tuhan yang mengawasi sehingga ketika mereka melakukan sesuatu yang bertentangan dengan moral dan agama akan timbul rasa takut akan hukuman dari tuhan. Hal ini merupakan bekal yanga sangat penting dalam menjalani kehidupan kelak.

pendidikan moral dan agama yang sudah dipupuk sejak dini diharapkan mampu membentengi moral anak ketika kelak mereka dewasa, karena apabila hal ini diterapkan sejak dini akan terpatri kuat dalam diri mereka dan membentuk karakter yang kuat serta tidak bisa digoyahkan sehingga apabila kelak mereka dewasa dan menjadi orang-orang yang berkuasa dapat terhindar dari perbuatan yang merugikan seperti korupsi dll. dan apabila kelak mereka menjadi pemimpin negri ini akan menjadi pemimpin yang bijaksana yang senantiasa memikirkan rakyatnya buakn hanya memikirkan golongannya saja. Walau bagaimanapun kemajuan suatu negara dapat dilihat dari moral dan akhlak generasi mudanya.

 -Penulis adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini INISNU Temanggung.

 

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: