Ilustrasi: Ilmusaku

BENTURAN DARI PERTANYAAN

Suatu saat aku akan melepaskan semua ini

Semua percakapan-percakapan di hapus ritmis

Aku selalu bertanya kepada wanita itu

Tetapi aku takut mengutarakan lewat pintu bibirku

Aku lebih senang menenggelamkan

pertanyaan kecilku di antara bulan dan bintang.

Sebab merekalah yang berhak

mendengarkan relung hatiku dan Tuhan

akan senantiasa memberikan jalan yang baik-baik saja.

 

Sungguh. Pertanyaanku adalah pertanyaan yang rumit

Tak semua orang mampu menjawab atau

mungkin-mungkin tak mampu merenungkan.

 

Semoga Tuhan mengerti apa-apa dari pertanyaanku.

(Pati, 2021)

 

 

 

 

SUATU PAGI     

Di kota kecil; suatu pagi aku tak mendengar

orang bercakap. Hanya mendengar deru-deru mesin yang

kocar-kacir.

 

Di kota kecil; aku tak melihat jam merayap

Aku hanya melihat matahari yang merayap

di atas pucuk daun-daun yang anggun.

 

Hujan senantiasa turun tanpa kabar

Hanya langit murung dan

Matahari malu-malu untuk merambat kembali.

(Pati, 2021) 

 

 

 

 

 

 

 

 

DINI HARI

Hujan semakin bersahabat dengan kita

Aku tak sempat menampakkan

jejak di rumahmu.

Hujan serta merta sudah menghapus jejakku

 

Dini hari,

Senja tak mampu menutup dengan lusa

Burung-burung kedali tersipu malu

Disini sajakku,

Tak malu-malu mengeja rinai ritmis-ritmis tipis.

 

Disini namamu; terhapus oleh ritmis hujan

yang nakal

Aku tak mampu lagi mencegah

Silahkan pergi!

Dengan hati sendu

(Pati, 2021) 

 

 

 

SABANA TUJUAN AKHIR

1//

Perjalanan panjang yang harus di tempuh

Matahari menyeret sinarnya, dinding-dinding

pohon menghalangi

Sebagian pinggir-pinggir jalan

ialah pohon-pohon yang memberi peneduh. Sebagian lagi

ilalang-ilalang yang melambai-lambai.

2//

Sabana adalah dirimu

Sebagian perjalanan menuju sabana itu,

bukan hanya peneduh, ilalang-ilalang

yang indah. Tetapi ada luka dan duka

3//

Sabana nan luas seluas bentang langit yang membiru

Perjalanan panjang adalah sabana

Sabana adalah dirimu

(Pati, 2021)

Ket. Sabana adalah keindahan pada akhir setiap perjuangan.  

 

 

GELISAH

Hatiku berkata lain

dari seluruh kenyataan

tak pernah kusangka akan

tiba saat-saat begini.

Aku harus mengadu kepada siapa, kalau

bukan engkau. Ya Allah!

 

Hari-hari telah memukul diriku, hingga

terkapar diantara nasib dan kenyataan.

Aku tak pernah gentar menjalani laku ini.

 

Aku dan ibu,

Aku lebih gelisah kepada dia

yang senantiasa memikirkan setiap

nasib yang menghampiriku.

Asal dia tahu;

Aku menginginkan hidup seperti burung,

yang bebas dan merdeka.

(Pati, 2021)   

 

Biodata

 

Saya adalah Ilham Wiji Pradana. Berkarya dan bertempat tinggal di salah satu kota terkecil di jawa tengah, tepatnya di Pati.

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: