Oleh Kuni Masrohati Ulya

Mahasiswa Piaud Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Inisnu Temanggung

 

Tahukah kalian tentang pendidikan inklusif ?

Menurut wikipedi pendidikan inklusif adalah system layanan pendidikan yang mengatur agar siswa dapat dilayanu di sekolah terdekat, dikelas regular bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus di khususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksebelitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.

Pendidikan inklusif merupakan sebuah konsep pendekatan pendidikan yang berusaha menjangkau semua orang tanpa kecuali.

Sekolah inklusif merupakan tempat di mana setiap anak dapat diterima, menjadi bagian dari kelas, saling membantu antara guru dan teman sebaya dan anggota masyarakat lainnya agar kebutuhan individualnya terpenuhi. Inklusi dapat diartikan sebagai system layanan pendidikan khusus yang mempersyaratkan adar semua anak berkebutuhan khusus dan anak berkelainan dapat dilayani di sekolah-sekolah terdekat. Prinsip mendasar pendidikan inklusi adalah selama memungkinkan, semua anak seyogiyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada anak.

Lantas apa saja yang harus di siapkan pada sekolah inklusif? Apakah sama seperti sekolah pada umumnya? Pada umumnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan pada sekolah inklusif sama relative sama dengan sekolah regular pada umumnya, yaitu ada ruang kelas beserta perlengkapannya, ruang perpustakaan, ruang praktikum, ruang serbaguna, ruang BP/ BK, ruang UKS, lapangan olahraga, toilet, ruamg ibadah, kantin, filling kepala sekolah, guru, tata usaha dan perabotnya.

Contoh sarana yang khusus pada sekolah inklusif pada anak tunanetra yaitu :

a)      Alat asesmen

Bervariasi kelainan penglihatan pada anak tunanetra, menuntut pengelolaan yang cermat dalam mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.Hal ini penting dalam upaya menentukan apa yang dibutuhkan dapat mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan keadaannya. Asesmen kelainan penglihatan dilakukan untuk mengukur kemampuan penglihatan dalam bentuk geometri, mengenal warna, ketajaman penglihatan. Alat yang digunakan untuk asesmen penglihatan anak tunanetra seperti trial lens set, snellen chart, ishihara test, snelten chart electronic.

b)      Orientasi dan Mobilitas

Pada umumnya anak tunanetra mengalami gangguan orientasi mobilitas, baik sebagian maupun secara keseluruha. Untuk pengembangannya dapat dilakukan menggunakan alat-alat  berikut ini : tongkat panjang, tongkat lipat, blind fold, bola bunyi,  tutup kepala.

c)      Alat bantu pelajaran /akademik

Selain membaca, menulis, berhitung juga mengembangkan sikap, pengetahuan dan kreativitas. Akibat kelainan penglihatannya anak tunanetra mengalami kesulitan dalam menguasai kemampuan membaca, menulis, berhitung, maka dibutuhkan layanan dan peralatan khusus. Alat yang dapat membantu yaitu: Globe timbul, peta timbul, abacus, penggaris braille, blokies (sejumlah dadu dengan symbol braille dengan papan berkotak), puzzle ball, papan baca, model anatomi mata, meteran braille, puzzle buah-buahan, puzzle binatang, kompas braille, gelas rasa, kompas bicara, computer dan printer brille.

d)      Alat bantu visual

Untuk membantu memperjelas penglihatannya anak tunanetra yang jenisnya low vision  dapat digunakan alat bantu : magnifier lens set, CCTV, view scan, televise dan microscop.

e)      Alat bantu auditif

Untuk membantu kepekaan pendengaran pada anak tunanetra agar dapat mengikuti pendidikan dengan lancar : tape recorder double deck, alat music pukul, alat music tiup.

f)       Alat latihan fisik

Pada umumnya anak tunanetra mengalami kesulitan dan kelambanan dalam melakukan aktivitas fisi/motoric. Hal ini akan berpengaruh terhadap kekuatan fisiknya, yang dapat menimbulkan kerentanan terhadap kesehatannya. Untuk mengembangkan kemampuan fisik alat yang dapat digunakan yaitu :  catur tunanetra, bridge tunanetra, sepak bola dengan bola berbunyi, papan keseimbangan, power raider, dan static bycicle.

 

Berbeda halnya sarana khusus bagi anak tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, anak berbakat, anak yang mengalami kesulitan belajar.

 

 

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: