Oleh Nella Salsabila

Mahasiswa Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung 

Hadiah merupakan sesuatu yang diberikan kepada seseorang tanpa adanya timbal balik atau kompensasi secara langsung. Hadiah diberikan dengan tujuan macam-macam, ada hadiah yang diberikan karena seseorang mendapat juara, ada juga pemberian hadiah untuk sekedar memberi semangat seseorang. Perlu diingat hadiah tidak hanya berupa barang ataupun uang, hadiah bisa berupa jasa, kabar baik, dan bisa juga kalimat yang memotivasi. Pemberian hadiah sering difungsikan sebagai tindakan seseorang untuk mendekatkan hubungan sosial. Hadiah yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus dengan maksud memberi motivasi dan semangat agar tetap percaya diri tanpa harus minder dengan keadaan yang dialami itu sangat penting diterapkan. Hadiah yang diberikan tidak perlu bagus dan mewah, cukup hadiah yang memberi efek baik pada anak berkebutuhan khusus. Bayangkan jika kita beri anak berkebutuhan khusus hadiah besar akan tetapi tidak berpengaruh pada anak tersebut. Dan bayangkan jika kita beri hadiah kecil namun berpengaruh bagi anak berkebutuhan khusus. Hadiah ini diberikan setiap anak melakukan hal hebat percaya diri atau anak berani dan bisa melakukan sesuatu dengan baik.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, emosi, dan sosial. Anak-anak ini dalam perkembangannya mengalami hambatan, sehingga tidak sama dengan perkembangan anak sebayanya. Anak yang mempunyai keterbatasan fisik belum tentu mempunyai keterbatasan intelektual, emosi, dan sosial. Namun, apabila seorang anak mempunyai keterbatasan intelektual, emosi, dan sosial, biasanya mempunyai keterbatasan fisik. Kebutuhan khusus tersebut memerlukan akomodasi agar anak dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. Untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengembangkan potensi secara maksimal, dukungan orang tua dan orang yang ada disekitarnya sangat penting. Maka sesekali perlu diberikan hadiah usai anak melakukan hal yang hebat. Agar tetap semangat dan selalu mengingat dukungan orang sekitar.

Setiap individu memiliki keunikannya masing-masing dan bahwa setiap individu berbeda antara satu dengan lainnya. Namun demikian secara umum anak usia dini memiliki ciri yang relatif serupa antara satu dengan lainnya. Perbedaan karakteristik dan kebutuhan mereka dibanding anak-anak pada umumnya membutuhkan bentuk penanganan dan layanan khusus yang sesuai dengan kondisinya. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari atau menelantarkan mereka, melainkan justru membuahkan kesadaran untuk menghargai keragaman individu dan memberi perhatian dan layanan seideal mungkin. Setiap anak berbeda antara satu dengan lainnya dan tidak ada dua anak yang sama persis meskipun mereka kembar identik. Mereka memiliki bawaan, ciri, minat, kesukaan dan latar belakang yang berbeda. Dari perbedaan tersebut sebagai tenaga pendidik harus bisa menanamkan sikap toleransi, saling membantu, dan menyemangati satu sama lain.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selain itu, guru sebagai agen pembawa perubahan yang mampu mendorong pemahaman dan toleransi diharapkan tidak hanya mampu mencerdaskan peserta didik tetapi juga harus mampu mengembangkan kepribadian yang utuh, berakhlak dan berkarakter. Cara mengembangkan kepribadian yang utuh, berakhlak dan berkarakter kepada peserta didik seorang guru juga perlu bekal. Untuk itu dibutuhkan suatu proses pendidikan guru yang secara profesional dapat dipertanggungjawabkan. Jadi untuk menyiapkan tenaga pendidik tidak hanya diperlukan suatu proses pendidikan akademik yang handal akan tetapi juga diperlukan suatu proses pendidikan yang mampu mengembangkan kepribadian dan karakter seorang pendidik. Khususnya pendidik untuk anak berkebutuhan khusus harus mempunyai pengetahuan yang tepat.

Anak usia dini sering dikatakan berada dalam masa golden age atau masa yang paling potensial atau paling baik untuk belajar dan berkembang. Dimasa golden age ini perlu adanya penanaman memori pada anak berkebutuhan khusus agar selalu dikenang dan diingat sampai beranjak remaja dan dewasa. Pada masa ini perlu adanya pengawasan baik dari pendidik maupun orang tua. Dimasa ini juga sangat berpengaruh untuk kedepannya. Jika masa ini terlewati dengan tidak baik maka dapat berpengaruh pada perkembangan tahap selanjutnya.

Anak usia dini cenderung mudah putus asa dan bosan dengan segala hal yang dirasa sulit baginya. Mereka akan segera meninggalkan kegiatan atau permainan yang bahkan belum diselesaikannya. Perlu dorongan dari orang-orang terdekat untuk sekedar memberi semangat atau motivasi bahkan hadiah kecil untuk anak berkebutuhan khusus agar tetap semangat dalam melakukan hal baik.

 

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: