TRENDING NOW

Kapolres Brebes saat kunjungan di PCNU
Brebes, Koranpati.com - Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, S.I.K., M.Si, bersama Kabag Ops Polres Brebes Kompol Raharja, S.H.,M.H, Kasat Intelkam AKP Edi Sudarmono, Sh, Kasat Binmas AKP Kamal Hasan, SH, Kasubag Humas AKP Suraedi, Kasat Lantas AKP Moch Adimas Purwonegoro Sugeng Eko, SIK. Dan KBO Sat Intelkam Ipda Yazis Asmungi, melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Ketua dan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini, dilaksanakan hari Senin (20/1/2020) yang bertempat di Kantor PCNU Brebes, yang beralamat di Jl. Yos Sudarso no 36 Koplek Islamic Centre Brebes.

Rombongan dari Polres tersebut, disambut langsung oleh Ketua Tanfidziyah H. M. Aqsho, M.Ag, Wakil Ketua KH. Sodikin Rahman, Sekretaris Lahmuddin serta Bendahara H. Agus Hasanuddin dan H. Sufawijaya.

Ketua Tanfidziyah H. M. Aqsho, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan , ucapan selamat datang kepada Kapolres beserta rombongan di kantor PCNU Brebes

“Kami ucapkan selama datang kepada Kapolres beserta rombongan di kantor PCNU Brebes , dengan sepenuh keikhlasan kami siap membantu program Harkamtibmas Polres Brebes,” ujar M. Aqsho.

Sementara itu Dalam sambutannya Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, S.I.K., M.Si berharap agar para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat bersinergi dengan kepolisian dan dapat berjalan bersama untuk menciptakan situasi wilayah yang kondusif khususnya di wilayah Polres Brebes.

Dalam kesempatan itu juga Kapolres Brebes yang aslinya asal Jepara. Pihaknya bercerita waktu remaja aktip di IPNU Ranting I Bandungharjo Keling (sekarang Donorejo) Jepara, suka ngaji Alquran, Barjanjinan dan Solawatan. 

Ketika Kapolres menanyakan apa yang bisa dibantu untuk NU, yang ditimpali langsung oleh Ketua Tanfidziyah, bahwa Ansor Banser yang anggotanya sampi saat ini sudah 11.000, sedang punya keinginan untuk mempunyai mobil Komando Satkorcab Banser Brebes dan Mobil Komando GP Ansor Kab. Brebes, yang saat ini sedang mengumpulkan Donasi dari anggota dan donatur NU, yang langsung diapresiasi dan menyambut siap membantu dan mempasilitasi pengadaan 2 buah mobil Komando tersebut.

Alhamdulillah keinginan untuk mempunyai mobil Komando dimudahkan dengan hadirnya Kapolres di PCNU Brebres, yang diamini Ketua Ansor Kab. Brebes Ahmad Munsip bersama, Bayu Rohmawan (Wakil Ketua), Subhan (Kasatkorcab Banser) Dan Fauzan Amin (Kasetma Satkorcab Banser) yang sedang ada di PCNU Brebes. 

Dalam pertemuan demi keselamatan dan kelancaran tugas Acara ditutup dengan Doa oleh KH. Sodikin Rahwan selaku Wakil PCNU Brebes. (Kp99/Hi).
Temanggung, Koranpati.com - Guna mempererat tali persaudaraan dan konsolidasi internal lintas kecamatan, koordinator PC IPNU-IPPNU Temanggung Korancab tengah melangsungkan agenda triwulanan sekali. Kegiatan diikuto oleh 300 an peserta dari 7 PAC Gemawang, Kedu, Parakan, Bulu, Kledung, Bansari dan Kandangan.

Acara digelar di aula kantor Kecamatan Gemawang, Temanggung pada Ahad 19 Januari 2020. Menurut Edi Ketua PAC IPNU Gemawang acara ini tergolong sukses dalam jumlah peserta, maka pihaknya sangat berterima kasih atas kehadiran semua peserta.

"Atas nama jajaran PAC kehadiran rekan rekanita semua sangat berpengaruh terhadap semangat untuk selalu berbenah diri meski kami berada di wilayah terluar di kabupaten Temanggung", terangnya.

Hadir memberikan sambutan K Zaeni, S.Pd.I ketua MWC NU Gemawang yg menyinggung tentang eksistensi IPNU IPPNU dalam menegakkan ajaran Aswaja An nahdliyah.

"Sebagai kader NU rekan dan rekanita semua perlu memperkuat basis keilmuan Islam yg ramah ala aswaja anahdiyah. Di era yang serba instant ini semua perlu untuk mencermati ajaran yang berkembang dilingkungan kita. Jangan sampai pengurus IPNU IPPNU gumunan terhadap ajaran baru yang terlihat baik namun penuh dengan muslihat", bebernya.

Sementara dalam acara inti Khamim Saifuddin yang ditunjuk sebagai fasilitator diskusi mengatakan bahwa tantangan IPNU IPPNU ke depan akan semakin besar. Kondisi geopolitik memaksa generasi muda untuk tetap waspada terhadap semua kemungkinan perubahan yang terjadi baik bidang akidah maupun akhlak. Tetapi melihat peningkatan kuantitas peserta yg mencapai ratusan dibanding tahun kemarin pihaknya yakin bahwa IPNU IPPNU akan bisa mengatasi kebutuhan mendasar manusia khususnya masalah spiritualitas.

"Era revolusi industri 4.0 mewajibkan semua kader untuk bisa menempatkan diri di tengah kepungan ideologi baru baik kiri maupun kanan", terangnya.

Lebih lanjut dikatakan kepengurusan IPNU IPPNU sudah saatnya memasuki sekolah berbasis ilmu umum. Selama ini pengurus komisariat baru merambah sekolah berbasis agama dan berada dibawah yayasan LP Ma'arif. Untuk itu ghirah yang ada di dalam diri kader perlu untuk dipupuk dan diarahkan secara maksimal.

"Keberadaan ideologisasi radikalis marak terjadi di sekolah sekolah negeri melalui gerakan-gerakan berkedok agama. Sudah sepatutnya kita tidak boleh lengah dengan pola kaderisasi yang dilakukan mereka selama ini", tegasnya mengakhiri diskusi.
(htm77/Edi).
Pamekasan, Koranpati.com - Pembukaan konferensi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri NU (IPPNU) cabang Pamekasan dimulai pada tanggal 17 Januari 2020.

Acara yang diselenggarakan selama 3 hari, yakni 17-19 Januari 2020 tidak hanya menjadi ajang kontestasi politik semata. Akan tetapi, Acara yang dihadiri oleh Bupati Pamekasan, H. Badrut Tamam, OKP se-Kabupaten Pamekasan, PCNU Pamekasan, Fatayat, Muslimat, serta pelajar dibawah naungan IPNU, dan IPPNU se-Kabupaten Pamekasan menjadi awal perjuangan para pelajar Pamekasan untuk memperkokoh ideologi Ke-Islaman dan kebangsaan serta bisa menjadi usaha bagi para pelajar NU untuk menyiapkan pemimpin untuk negeri tercinta ini.

Sejauh ini, perkembangan IPNU dan IPPNU cabang Pamekasan memiliki pengurus komisariat sebanyak 35, pengurus ranting sebanyak 12, serta pengurus anak cabang sebanyak 9, serta 1 PKPT. Acara pembukaan dikemas dengan training motivasi yang disampaikan oleh sekretaris pusat IPNU Rekan Mufarrihul Hazin.

Antusiasme para pelajar terlihat ketika banyaknya respon positif pada saat materi berlangsung. Pelajar IPNU dan IPPNU harus bisa melihat peluang dan menjawab tantangan zaman agar tidak ditelan sejarah. Di zaman yang serba teknologi ini, pelajar IPNU, IPPNU tidak hanya bergerak dalam ranah yang stagnan, akan tetapi out of the box untuk mengikuti berbagai kesenjangan yang ada, serta bisa menjadi problem solver dalam segala persoalan sosial.

Semangat, cinta dan cita-cita membangun NKRI di masa yang akan datang harus terpatri dalam jiwa kader IPNU, IPPNU. Memperluas wawasan literasi harus ditanamkan oleh para pelajar agar bisa menjadi agen pengontrol informasi. Sebab selama ini banyak informasi-informasi yang beredar tidak berdasarkan literatur yang ada.

Selama ini, pemahaman radikalisme mudah diterima karena kita kekuarangan informasi yang bisa memperkuat ideologi kebangsaan dan keislaman yang kita miliki. Maka kader IPNU dan IPPNU harus menjadi kapten perdamaian untuk Indonesia yang akan datang.

Semangat belajar, menjadi pribadi pejuang yang tangguh harus tertanam oleh kader IPNU dan IPPNU untuk menjadi bekal agar bisa membawa nama Indonesia ke dalam skala nasional hingga internasional. Berawal dari organisasi IPNU dan IPPNU, akan lahir pemimpin bangsa yang akan meneruskan roda kepemimpinan, menjadi kebangsaan Indonesia, mampu menuntaskan segala persoalan internal maupun eksternal. (kp77/Muallifa).