TRENDING NOW

Dukuhseti, Koranpati.com -  Sebanyak 300 cup es buah plus kacang hijau dan 100 makanan ringan seperti kucur dan sampok, telah dibagikan gratis kepada pengendara yang melintas Jalan Raya Tayu-Puncel Km 6, tepatnya di depan polsek Dukuhseti. Pembagian takjil gratis ini dilakukan baru pertama kali oleh team Cleopatra pada Sabtu sore (25/5/2019).

Pada saat pembagian takjil, Anggota Polsek Dukuhseti juga ikut berpartisipasi dalam mengatur lalulintas kendaraan yang sempat tersendat beberapa saat akibat pengendara memperlambat laju kendaraan untuk mendapatkan takjil gratis yang kemudian segera melanjutkan perjalanan kembali.

Salah satu team Cleopatra, Susi Susanti menjelaskan bahwa alasan membagikan takjil gratis ini untuk menjalin silaturahmi antara warga setempat, pengguna jalan dan team Cleopatra. "Ya  kami ingin menambah kekompakan team kita Cleopatra dan menjaga sistem kerja kekeluargaan. Selain itu, kami juga ingin berbagi sedikit rejeki kepada masyarakat, terutama yang sedang menjalankan ibadah puasa", bebernya cikgu Santi sapaan akrabnya.

Pada saat pembagian takjil gratis, salah satu pihak dari team Cleopatra juga sempat memperkenalkan produk parfum Cleopatra kepada masyarakat. " Diketahui, team Cleopatra sendiri merupakan produksi penjualan parfum di wilayah Pati", tambahnya. Tak terasa, kurang lebih 20 menit takjil gratis ini langsung ludes dibagikann kepada pengendara. (Kp99/Lps).
Trangkil, Koranpati.com - Festival Pelajar PAC IPNU IPPNU Trangkil diselenggarakan menarik, salah satunya Lomba Karaoke Islami pada Sabtu (25/5/2019). PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil menyelenggarakan acara Festival Pelajar sebagai kegiatan pra konferancab. Salah satu rangkaian acaranya ialah lomba karaoke Islami. Kegiatan ini diadakan mulai pukul 15.30-17.30 WIB.

Penyelenggaraan ini bukan tanpa tujuan. Tetapi, untuk menggali bakat terpendam yang dimiliki oleh rekan dan rekanita IPNU IPPNU di Kecamatan Trangkil.

Lomba ini diikuti oleh 14 ranting dari Kecamatan Trangkil. Masing-masing ranting unjuk kebolehannya dalam menampilkan berbagai macam sholawat ala gambus. Dengan lagu wajib Sholawat Nahdliyyah dan satu lagu sholawat bebas yang diinginkan peserta.

Kegiatan yang diadakan di lokasi Kampung Ramadhan, tepatnya di halaman Balai Desa Tlutup-Trangkil-Pati ini terlaksana cukup meriah. Tak hanya dihadiri peserta lomba, namun supporter dari masing-masing ranting juga turut serta dalam kegiatan tersebut. Hadir pula ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Trangkil dan Majelis Alumni IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil.

Antusias para peserta lomba karaoke Islami dan supporter dari masing-masing ranting ini tampak ketika salah seorang peserta, Umi Saidah, dari PR IPNU IPPNU Tlutup yang diketahui masih duduk di kelas 6 MI tampil sebagai perwakilan rantingnya. Hal tersebut membuat para rekan rekanita yang menyaksikan berdecak kagum dan terinspirasi karena bakat yang dimilikinya. Meskipun usianya masih belia, namun bakat olah vokalnya sudah cukup matang.

Dari ke-14 ranting tersebut, 7 ranting telah tampil pada hari ini. Sedangkan 7 ranting yang lain akan tampil esok hari (Ahad, 26/5). Kegiatan ini akan berlangsung selama seminggu ke depan. Selain lomba karaoke Islami, PAC IPNU IPPNU Trangkil juga menyelenggarakan rangkaian acara yang lain. Yakni, lomba dai muda, videografi dan duta pelajar IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh panitia. (Kp99).
Semarang, Koranpati.com - Wakil Sekretaris PWNU Jateng, Iman Fadhilah, menegaskan bahwa PW IPNU Jawa Tengah harus menjadikan IPNU sebagai tumpun awal penjaga Aswaja.

Selain Iman Fadhilah, agenda ini juga hadirkan pembicara lain, Muh Zen Adv Anggota Komisi E DPRD Jateng, H Tino Indra Ketua DPD KNPI Jateng, H M Faojin Ketua Pergunu Jateng, serta Ketua PW IPNU Jateng Ferial Farkhan Ibnu Akhmad. Dari kalangan peserta hadir perwakilan Jajaran Pengurus Pimpinan Komisariat Perguruan Tingi (PKPT) IPNU Kampus-kampus di Ibukota Provinsi Jawa Tengah.

"Kami berharap besar bahwa segenap kader dan pengurus IPNU Jateng untuk jdi garda terdepan dalam menjaga aqidah ahlus sunnah wal jamaah an anhdliyah, karena tidak kami pungkiri, bahwa generasi pelajar dan muda sanagt rentan dipengaruhi dengan indoktrinasi radikalisme dan anti nasionalisme terhadap bangsanya," kata Iman Fadhilahdalam sesi Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh PW IPNU Jateng di Merak Room Hotel Muria Semarang, Sabtu (25/5/2019) yang dilanjutkan dengan buka bersama.

Pihaknya juga menyoroti maraknya situs berita yang secara afiliasi memiliki ikatan dekat dengan organisasi pendukung radikalisme. "Atas kerja-kerja didunia internet oleh PW IPNU Jateng kami sangat apresiasi, utamanya melalui portal online ipnujateng.or.id, jaga konsistensi itu" Tegas Iman yang juga Akademisi di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

"Perkembangan Organisasi Pelajar di Sekolah yang berkedok kegamaan perlu menjadi sorotan banyak pihak, utamanya pegiat NU yang terlibat aktif di dunia pendidikan. Terlebih akses informasi dan komunikasi tidak terbendung, bahkan kami mengalami langsung, ada anak didik kami yang pamit orang tuanya di Jakarta untuk ke Semarang, suatu ketika orang tua telpon dan mempertanyakan anak yang bersangkutan, ternyata ia belum ke pondok, akhirnya dicari dan anak akhirnya balik, dari ceritanya ia bilang dAri Solo," papar dia.

Namun pengamatan kami pasca dari Solo, kata dia, perangainya berubah dan nampak seperti orang linglung ditanya tidak mau jawab dengan lugas dan bahkan sering membenturkan kepalanya sendiri ke tembok, kami mencurigai ia terkena brainwash.

"Maka potensi indoktrinasi radikalisme tersebar dimanapun dan menyasar kalangan pelajar dan muda" Papar Iman yang juga aktif mengelola Yayasan Pendidikan Islam Taqwa Illah di Meteseh Semarang. (KP99.A Halim Solkan)